17, September, 2021

Terdampak Covid-19, Petani Miskin dapat BLT Rp600 Ribu

JAKARTA – Untuk mengurangi beban masyarakat akibat pandemi corona, pemerintah akan memberikan insentif atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 2,44 juta petani miskin sebesar Rp600 ribu.

Dengan bantuan tersebut, pemerintah berharap produksi komoditas pangan agar tetap meningkat meski di tengah wabah Covid-19 saat ini. “Pemerintah akan memberikan BLT sebesar Rp600 ribu di mana Rp300 ribu bantuan tunai dan Rp300 ribu sarana dan prasarana produksi pertanian,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, kemarin (28/4).

Bantuan sosial tersebut akan diberikan selama tiga bulan. Terkait mekanisme pelaksanaannya akan disampaikan lebih lanjut. “Bantaun terdiri dari bibit, pupuk, dan sarana prasarana lainnya. Untuk teknisnya akan dimumkan oleh Kementerian Pertanian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan sosial itu atas arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta para petani miskin juga mendapatkan insentif. Hal ini agar produksi pangan berjalan lancar sehingga kebutuhan di dalam negeri tercukupi dan harga bahan pangan tetap stabil. “Program stimulus ekonomi juga benar menjangkau yang berkaitan dengan produksi beras kita artinya menjangkau petani kita,” ucapnya.

Di sisi lain, kata Airlangga, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan kepada jajarannya seluruh proses tersebut harus berjalan dengan protokol kesehatan ketat. Serta juga menjaga manajemen pengelolaan terkait ancaman krisis pangan seperti yang disampaikan Organisasi Pertanian dan Pangan (FAO).

Melansir situs resmi FAO, hingga akhir Maret 2020, dampak pandemi Covid-19 pada ketahanan pangan belum diketahui. Namun, Covid-19 telah memiliki efek negatif yang signifikan terhadap orang-orang yang berada di sepanjang rantai pasokan makanan, mulai dari produsen ke pengolah, pemasar, pengangkut dan konsumen.

Terpisah, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ariyo Irhamna menilai bantuan sebesar Rp600 ribu untuk para petani miskin terbilang kecil. Sebab petani berperan penting dalam menyediakan kebutuhan pangan bagi masyarakat di dalam negeri. “BLT Rp600 ribu enggak cukup untuk petani miskin. Artinya dengan bantuan tersebut pemeritah tak memperhatikan petani yang memiliki peran penting untuk produksi pangan,” ujarnya kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (28/4).

Menurut dia, pandemi Covid-19 belum ada tanda-tanda akan berakhir. Kondisi demikian bahan pangan berpotensi akan krisis jika pemerintah tak serius memperhatikan para petani terutama yang kurang mampu. “Padahal, kita sedang berada dalam ancaman krisis pangan,” katanya.

Sementara itu, Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mulai mengimbau warga untuk menanam tanaman pangan untuk antisipasi krisis pangan di tengah kondisi virus corona saat ini. “Sampai saat ini dunia belum menemukan vaksin virus corona dalam situasi ketidakpastian global akan memengaruhi kehidupan ekonomi dunia, maka perlu antisipasi untuk mengatasi krisis ekonomi termasuk krisis pangan,” ujar dia.

Aksi gerakan menanam ini cukup mudah untuk dilakukan. Masyarakat bisa memanfaatkan bahan bekas, seperti botol bekas, kaleng, dan dipadukan dengan sistem hidroponik. Sebainya tanaman yang ditanam dengan masa panen yang cepat, yakni sayuran, cabe, tomat, dan singkong. “Gerakan yang sederhana ini sangat mudah dilakukan oleh semua kalangan masyarakat dan dampaknya luar biasa untuk antisipasi krisis global,” pungkasnya.(din/fin)

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer