Rentan Hacker, Zoom Di-ban di Beberapa Negara

Ilustrasi: Pixabay

JAKARTA – Wabah corona berkepanjangan telah membuat aplikasi dengan fitur video confrence, mendadak populer di masyarakat. 

Namun yang tidak banyak disadari orang adalah aplikasi sejenis ini, ternyata renta terhadap serangan pihak ketiga, yang menggunakan layanan sejenis untuk mengeruk keuntungan. 

Salah satunya aplikasi bernama Zoom, yang belakangan kebanjiran pengguna, 200 juta user per hari, termasuk juga di Indonesia. 

Namun menurut para pakar keamanan siber, kondisi ini dapat dimanfaatkan oleh para hacker (peretas) dalam menjalankan aksi mereka. 

Belum lagi, ketergantungan Zoom terhadap R&D yang berbasis di China, membuat beberapa negara, seperti Taiwan, Jerman, Amerika Serikat dan Singapura, melakukan langkah ban terhadap penggunaan aplikasi ini. 

Intelijen Amerika Serikat sendiri, seperti dilaporkan TechRadar, telah menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap aktitas espionase, memanfaatkan celah keamanan yang dimiliki aplikasi tersebut.(ruf/fin)

Samsung baru saja mengklaim telah mencapai rekor baru dalam teknologi 5G yang dikembangkannya. Dan kecepatan transmisi 8,5Gbps adalah yang berhasil dicapai perusahaan asal Korea Selatan tersebut. 

Seperti dilaporkan TechRadar, raksasa teknologi Negeri Gingseng itu, mampu mencapai kecepatan transmisi yang dimaksud, 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here