Luhut Curhat di IG: Saya Tidak Bungkam Kritik, Asal Pakai Data dan Fakta

JAKARTA– Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menilai, belakangan ini dinamika yang terjadi di tanah air sungguh di luar batas. Dia mengaku heran, di tengah situasi pandemi di tanah air, masih ada ujaran kebencian dan fitnah yang terus dipelihara.

“Belakangan, saya melihat dinamika yang terjadi sudah sangat melampaui batas. Saya tidak habis pikir, mengapa di tengah suasana pandemi seperti saat ini, ujaran kebencian dan fitnah terus dipelihara di tengah-tengah kita,” ujar Luhut di akun Instagramnya, dikutip Kamis (9/4).

Luhut yang juga menjabat sebagai Plt Menteri Perhubungan ini mengatakan, dirinya tidak anti terhadap kritik. Baginya kritik adalah motivasi sebagai pejabat negara.

“Saya tidak pernah punya keinginan untuk membungkam kritik, karena bagi saya kritik adalah motivasi terbesar sebagai pejabat negara dalam merumuskan kebijakan yang bermanfaat. Bukan hanya bagi generasi saat ini, tetapi juga generasi anak dan cucu kita di kemudian hari,” ungkap Luhut.

Namun demikian, Luhut mengajak masyarakat untuk mengkritik dengan data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga tidak timbul tuduhan yang tidak mendasar.

“Saya Ingin bangsa ini menjadi bangsa yang terdidik, yang terbiasa untuk saling kritik dan mendebat dengan fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Bukan dengan tuduhan tak berdasar yang menyerang pribadi orang lain.” Ujar dia.

Dengan situasi sekarang ini, Luhut mengaku merindukan sosok almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Dia menilai, Gus Dur mempunyai semangat positif yang selalu menginspirasi.

“Dari Gus Dur pula saya belajar, bahwa perbedaan dan kritik pasti ada dan tidak bisa dihilangkan. Karena perbedaan itu lahir bersama kita. Wejangan Gus Dur inilah yang membuat saya selalu berprinsip bahwa persaudaraan antar anak bangsa harus kita kedepankan.” Pungkas Luhut Binsar Panjaitan.

Sebelumnya, Luhut sempat bersitegang dengan Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu. Juru bicara Luhut, Jodi Mahardi mengancam akan menempuh jalur hukum jika Said Didu tidak minta maaf terkait ucapannya di video di kanal YouTube.

“Bila dalam 2×24 jam tidak minta maaf, kami akan menempuh jalur hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku,” kata Juru Bicara Luhut, Jodi Mahardi dalam keterangan tertulis, Jumat lalu.

Pihak Luhut keberatan dengan pernyataan Said Didu mengenai penanganan Covid-19 di Indonesia. Pernyataan Said termuat di Kanal YouTube pribadinya. Video yang dipermasalahkan itu bertajuk ‘MSD: LUHUT HANYA PIKIRKAN UANG, UANG, DAN UANG’. (dal/fin).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here