JAKARTA – Desas-desus para abdi negara alias PNS tidak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji ke-13 di tengah wabah Virus Corona (Covid-19) ini, akhirnya terjawab. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan pemerintah pada tahun ini sudah menyediakan anggaran yang dinanti.

Tidak hanya PNS, THR untuk TNI dan Polri serta Aparatur Sipil Negara (ASN) golongan I, II dan II juga telah disiapkan. ”Gaji ke-13 dan THR sudah kami usulkan ke Presiden yang akan diputuskan sidang kabinet. Perhitungan untuk ASN, TNI, Polri terutama kelompok pelaksana golongan 1, 2, 3 ASN, TNI, Polri, THR-nya sudah disediakan,” papar Sri Mulyani di kantornya di Jakarta, Selasa (7/4).

Pernyataan Sri Mulyani disampaikan melalui konferensi video setelah mengikuti rapat terbatas dengan tema ”Efektivitas Penyaluran Program Jaring Pengaman Sosial dan Percepatan Program Padat Karya Tunai sudah dibicarakan dengan sejumlah menteri dan dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo,” jelas wanita kelahiran Bandar Lampung 26 Agustus 1962 itu.

Nah untuk para pejabat negara nanti, Presiden akan menetapkan seperti menteri, anggota DPR dan para pejabat termasuk eselon Idan II. ”Jadi kami akan menyampaikan ke Presiden, Presiden masih minta instruksi kalkulasi difinalkan agar diputuskan presiden dalam minggu-minggu ke depan,” tambah Sri Mulyani.

BACA JUGA: PSBB Belum Optimal, DPR Minta TNI Dilibatkan Secara Total

Sebelumnya Sri Mulyani menyampaikan proyeksi pendapatan negara sebesar Rp1.760,9 triliun dari target APBN 2020 sebesar Rp2.233,2 triliun. Sedangkan dari sisi belanja negara, ia mengatakan mengalami kenaikan menjadi Rp2.613,8 triliun dari APBN sebesar Rp2.540,4 triliun.

Dengan proyeksi pendapatan dan belanja negara tersebut, menurut Sri Mulyani, berdampak pada pelebaran defisit APBN menjadi Rp853 triliun atau 5,07 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Angka defisit naik dari target dalam APBN 2020 sebesar Rp307,2 triliun atau 1,76 persen dari PDB.Pada awal April 2019 lalu, pemerintah memberikan kenaikan gaji ASN sebesar 5 persen.

Bila mengacu gaji terbaru dalam PP Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedelapan Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji PNS, untuk ASN golongan III A masa kerja 0 tahun yang biasanya merupakan jabatan untuk lulusan baru bagi sarjana maka akan mendapat THR senilai gaji pokok yakni Rp 2.579.400. Besaran THR yang diterima PNS berbeda setiap jabatan, golongan, dan masa kerja. Semua itu tergantung dari gaji pokok yang diterima oleh masing-masing ASN.

Selain THR dan Gaji ke-13, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga mengusulkan stimulus tambahan guna menggerakkan roda industri di tengah dampak wabah Covid-19. ”Rangsangan itu di antaranya adalah penundaan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan, pinjaman lunak dari pemerintah untuk membantu cashflow perusahaan yang bermasalah dengan bukti keuangan aktual, serta pembelian gas dari PGN juga menggunakan fix rate,” kata Menperin lewat rapat kerja virtual bersama Komisi VI DPR RI.

BACA JUGA: Bela Pemerintah, Ferdinand: Boleh Kritik Tapi Jangan Caci Maki, Itu Namanya Pembenci!

Menperin mengusulkan pinjaman dana talangan untuk THR dengan skema tertentu, pemberian relaksasi pelaku usaha dalam pembayaran utang untuk jangka waktu tertentu dan keringanan penurunan bunga. Selain itu, ia mengusulkan pencabutan peraturan Fly Ash & Bottom Ash dari limbah B3 dan merevisi pengetatan Baku Mutu Limbah Cair dengan benchmark perbandingan negara lain, serta jaminan tetap berproduksi dan jaminan distribusi bagi industri untuk menjaga pasokan ke masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here