JAKARTA – Pelibatan TNI dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah pusat maupun daerah diperlukan dalam menekan pandemi Virus Corona (Covid-19). TNI memiliki garis komando yang begitu tertata, disiplin dan mampu bekerja tuntas dalam sisi apa pun. TNI pun memiliki infrastruktur yang komplet.

”Kalau PSBB ini diserahkan TNI, beres. TNI mampu menerapkan pola displin, dan pendekatan yang begitu luna ke masyarakat. Konsepnya tertata, dan disegani oleh masyarakat. Saya yakin, ini beres. Mereka (TNI, red) bukan hanya terlatih dalam hal pengamanan kebijakan, TNI terlatih dalam satu tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP),” papar Eksponen 98 Mahendra Utama, kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Selasa (7/4).

Mantan aktivis PRD ini, konteks penanganan Covid-19 harus bersifat menyeluruh dan serentak. Satu komando pada konsep pencegahan, penanganan serta penanganan medis dengan sekala besar pun, TNI sudah teruji. ”Nyaris setiap operasi, TNI memenangkannya. Kami berharap, pelibatan penuh TNI untuk dioptimalkan. Saya yakin, semua komponen akan bergerak jika TNI turun tangan secara dominan,” jelasnya.

BACA JUGA: SE Kapolri Jangan Timbulkan Ketegangan Sosial Baru

Selain garis komando, infrastruktur yang komplit serta memiliki tugas OMSP. TNI cermat dalam menghitung situasi. ”Kami meyakini Pak Presiden memahami posisi genting ini. Optimalkan segera TNI, jangan sampai konteks kebutuhan yang mendesak ini, ditunggani secara politis,” ujarnya.

Mantan Tenaga Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Gubernur Lampung itu menambahkan, dalam konteks PSBB, TNI bisa bekerja optimal untuk membantu Pemda dalam pelaksanaannya. ”PSBB jelas ada pembatasan, ada skat berskala baik kegiatan sosial dan keagamaan. TNI bisa masuk pada rambu-rambu yang ada. Karena struktur yang dimilikinya hingga ke level Babinsa,” urainya.

Terlebih di Jakarta, kerumunan bisa terjadi di mana-mana. Bisa di warung makan, di kafe, acara sosial, pasar, atau orang-orang yang sekadar nongkrong. ”Jika nanti Pemprov DKI Jakarta melarang hal semacam itu dalam penerapan PSBB, TNI bisa membantu memastikan hal tersebut terlaksana. Sama halnya dengan daerah,” papar Mahe—sapaan akrab mantan Staf Ahli Gubernur Lampung itu.

BACA JUGA: Tenang, THR dan Gaji ke-13 Segera Cair

Wabah virus Corona, punya efek kuat dalam menghancurkan segala sendi. ”Soal ekonomi itu sudah bisa. Lebih dari 201 negara mengalami ini. Wabah ini Berpotensi melenyapkan eksistensi sebuah bangsa. Dalam logika seperti itulah TNI harus terlibat penuh secara profesional, karena TNI memiliki fungsi pertahanan,” pungkasnya.

Sementara itu kabar baik pun disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Dalam data yang diterima Fajar Indonesia Network tercatat jumlah donasi dari masyarakat yang terkumpul hingga Selasa (7/4) mencapai Rp83 miliar. Dana ini rencananya akan digunakan untuk penanganan wabah virus corona jenis baru. ”Kami sudah menerima dari seluruh lapisan masyarakat dalam membantu sesama,” terang Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB.

Data dari Gugus Tugas Covid-19 merinci total dana itu dikumpulkan melalui rekening dalam negeri mencapai Rp27,9 miliar dan donasi sebanyak Rp55 miliar. Selain itu, juga ada donasi tambahan yang masuk melalui rekening luar negeri mencapai Rp121,1 juta sehingga total donasi mencapai sekitar Rp83 miliar.

Pemerintah, lanjut dia, mengapresiasi peran dukungan masyarakat itu karena upaya melawan Covid-19 bukan berjalan sendiri tapi diperlukan peran serta masyarakat termasuk dalam upaya mencegah penyebaran virus corona baru itu. Selain dukungan dalam bentuk dana, Gugus Tugas juga mencatat jumlah relawan hingga saat ini mencapai 17.616 orang terdiri dari relawan medis mencapai 3.326 orang dan nonmedis mencapai 14.290 orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here