Polisi Filipina Tembak Mati Pelanggar Lockdown

JAKARTA – Perintah tembak ditempat oleh Presiden Rodrigo Duterte ternyata bukan hanya gertak semata. Pasalnya, salah seorang warga berjenis kelamin pria yang di anggap melanggar aturan lockdown dengan tidak menggunakan masker, ditembak mati oleh polisi di Kota Nasipit, Povinsi Agusan del Norte, Filipina, pada Kamis pekan lalu.

Peristiwa ini terjadi hanya selang sehari setelah Duterte memerintahkan polisi dan tentara untuk menembak mati para perusuh yang menentang pemberlakuan lockdown terkait wabah virus corona.

Menurut kepolisian setepat, korban merupakan pria 63 tahun yang tak disebutkan identitasnya. Dia tak mengindahkan perintah petugas kesehatan dan polisi di checkpoint terkait penggunaan masker dan tidak keluar dari wilayahnya.

Pria paruh baya tersebut, diduga dalam kondisi mabuk itu dihentikan petugas kesehatan setempat, namun malah melawan dengan mengacungkan sabit.

“Awalnya, pria itu diberi peringatan oleh petugas kesehata karena dia tak mengenakan masker, tapi dia malah marah, melontarkan kata-kata provokatif dan akan menyerang petigas dengan sabit,” demikin isi laporan kepolisian setempat, seperti dikutip dari Aljazeera, Selasa (7/4).

Melihat tingkah lakunya yang semakin berbahaya, petugas melepaskan tembakan peringatan dengan tujuan agar dia berhenti mengancam. Namun pria itu semakin menjadi-jadi dan menyerang hingga akhirnya ditembak mati.

Ini merupakan kejadian pertama di Filipina seorang warga ditembak mati terkait pelanggaran lockdown. Dalam pidato di televisi pekan lalu, Duterte mengatakan bahwa kondisi wabah Covid-19 di Filipina semakin serius.

“Jadi sekali lagi saya beri tahu Anda betapa seriusnya masalah ini dan Anda harus mendengarkan. Perintah saya kepada polisi dan militer, jika ada masalah, ada orang yang melawan dan hidup Anda dalam bahaya, tembak mati mereka,” kata Duterte. (der/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here