Batasi Akses Dalam dan Luar Negeri

    Karantina Wilayah Di Petamburan - FAJAR INDONESIA NETWORK
    Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK

    JAKARTA – Komisi I DPR RI meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memperketat pemeriksaan arus keluar-masuk orang di pintu masuk Indonesia. Salah satunya, dengan memberlakukan protokol kesehatan secara tegas dan disiplin melalui koordinasi yang intensif dengan kementerian dan lembaga lainnya. COVID-19

    Langkah tersebut perlu dilakukan sehubungan dengan merebaknya wabah virus Corona (COVID-19) di Tanah Air. Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid mengatakan, Komisi I DPR RI menegaskan kembali, berlakunya Permenkumham (Peraturan Menteri Hukum dan HAM) Nomor 11 Tahun 2020 tentang pelarangan sementara orang asing masuk wilayah Negara Republik Indonesia secara tegas.

    Politisi Partai Golkar itu melanjutkan, Komisi I DPR RI mendorong Kemlu mengoptimalkan komunikasi, pemantauan, pemetaan, perlindungan, dan pelayanan terhadap WNI di setiap negara akreditasi terkait penanganan COVID-19. Baik melalui media offline maupun online.

    Komisi I DPR RI juga memberikan apresiasi atas langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Kemlu dalam perlindungan WNI dan penggalangan kerja sama internasional di masa pandemi global COVID-19.

    BACA JUGA: Imbas Corona, APBN Tekor Rp853 Triliun

    “Mengoptimalkan misi diplomasi, komunikasi, dan penggalangan kerja sama internasional seluas-luasnya dengan WHO, lembaga riset kesehatan internasional, maupun negara-negara lainnya. Ini terkait dengan pertukaran informasi, pengetahuan, praktik cerdas serta bantuan internasional berupa alat rapid test, alat kesehatan, dan alat pelindung diri dan dalam penanggulangan wabah COVID-19,” kata Meutya di Jakarta, Selasa (7/4).

    Ia menambahkan, Komisi I DPR RI juga menyetujui anggaran sebesar Rp100 miliar yang merupakan realokasi anggaran belanja modal Kemlu agar dioptimalkan untuk perlindungan WNI di luar negeri untuk digunakan penyediaan shelter darurat, dan logistik sembako. Menurut rencana, anggaran tersebut akan dialokasikan untuk kebutuhan 49 perwakilan RI di luar negeri bagi keperluan penanganan WNI yang terdampak Covid-19 di wilayah akreditasi masing-masing.

    Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Sadarestuwati menyerukan pemerintah pusat membuat kebijakan tegas untuk melarang masyarakat melakukan mudik lebaran demi memutus rantai penyebaran virus Corona. Ia menekankan pemerintah agar betul-betul menyadari bahwa penularan virus COVID-19 begitu cepat dan tidak mudah dikendalikan. “Kalau lihat perkembangan yang terus meningkat seperti ini, saya kira ada baiknya Pemerintah tegas mengatakan untuk masyarakat yang ada di perkotaan nggak usah mudik,” ujar Sadarestuwati di Jakarta, Selasa (7/4/).

    Menurutnya, larangan mudik perlu ditegaskan lagi untuk mencegah penyebaran semakin meluas ke sejumlah daerah. Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu mengingatkan beban negara akan semakin berat jika sampai semua wilayah terjangkit COVID-19. Untuk itu, seluruh elemen masyarakat, harus sama-sama berusaha mencegah sebaran virus Corona jangan sampai tumbuh begitu cepat penularannya di daerah-daerah.

    BACA JUGA: Produksi Masker Swadaya Masyarakat

    Ia menerangkan, masyarakat belum memiliki kesadaran tinggi untuk tidak melaksanakan mudik. Dia mengusulkan, peraturan larangan mudik bisa menjadi aturan turunan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah dibuat Pemerintah Pusat itu sendiri. “Bisa dijadikan satu dengan PP PSBB. Sebagian masyarakat belum punya kesadaran individu yang tinggi. Mau tidak mau, memang butuh kesadaran individu. Kita harus ikut mendukung pemerintah yang sedang berupaya mencegah penyebaran virus COVID-19,” bebernya.

    Dia juga meminta agar peraturan tersebut kelaknya memperhatikan kebutuhan hidup masyarakat yang bergantung pada penghasilan harian. “Saya rasa, kalau butuh dibuatkan aturan saklek seperti itu, maka harus ada kebijakan dari Pemerintah. Kebijakan yang berisikan tentang bagaimana mereka yang masyarakat bawah yang terkena imbas bisa melanjutkan kehidupan,” pungkasnya. (khf/fin/rh)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here