Airmata Guardiola Akhirnya Tumpah

Foto: mrpepguardiola / Instagram

BARCELONA – Pep Guardiola tampaknya tahu betul jika semua kompetisi liga Eropa bukanlah kompetisi yang harus mengeluarkan banyak emosi agar papan skor sesuai selera. Tak ada air mata yang harus ia tumpahkan kendati timnya gagal meraih kemenangan. Namun, berita kehilangan orang tercinta justru membuatnya goyah.

Kabar duka menghampiri pelatih Manchester City, Pep Guardiola. Ibundanya, Dolors Sala Carrio, meninggal dunia setelah terinfeksi virus corona, Selasa (7/4) dini hari WIB. Dolors wafat di usia 82 tahun. Kabar meninggalnya ibunda Guardiola diketahui dari unggahan di akun Twitter resmi Manchester City.

“Manchester City merasa terpukul dengan kabar meninggalnya ibu dari Pep, Dolors Sala Carrio di Manresa, Barcelona setelah tertular virus corona,” bunyi pernyataan resmi klub.

“Semua orang yang terkait dengan klub mengirimkan simpati yang paling tulus pada saat yang paling menyedihkan ini pada Pep, keluarga, dan seluruh teman-teman mereka,” tambah mereka.

Ucapan duka cita juga disampaikan sang rival Manchester United. Dalam laman Twitter-nya , Setan Merah juga menyatakan belasungkawa mereka tak lama setelah mendengar berita itu. “Semua orang di Manchester United sedih mendengar kesedihan ini. Kami menyampaikan belasungkawa tulus kami kepada Pep dan keluarganya,” katanya.

Kematian ibu Guardiola terjadi beberapa minggu setelah sang buah hati menyerahkan sumbangan EUR 1 juta (Rp20 miliar) untuk membantu sistem perawatan kesehatan yang terlalu banyak menangani pasien korona.

Guardiola juga telah memberikan dukungan untuk membantu tim medis Catalonia melawan korona. Spanyol menjadi negara yang terpuruk akibat pandemi global tersebut, lebih dari 13 ribu kematian dilaporkan bersama 135 ribu kasus yang belum tertangani dengan baik.

Bagi Joseph “Pep” Guardiola harta berlimpah dan kesuksesan sudah digenggamnya sejak lama. Baik saat membela Barcelona hingga mengarsiteki tim terkaya di dunia, Manchester City. Namun, untuk membawa Dolors Sala Carrio, sang ibunda, ke kehidupan mewah di Kawasan Elit Catalonia, Barcelona, bukanlah perkara gampang. Dolors yang sebelumnya hanyalah penjaga toko lebih suka melihat anaknya di televisi, ketimbang mengganggu privasi buah hatinya. Bersama sang suaminya Valenti Guardiola, Dolors menjadi sosok yang percaya bahwa putra pertamanya itu akan menjadi bintang besar.

“Saat usia enam tahun, bola sudah menjadi teman tidurnya. Ketika Natal tiba, hadiah yang paling ia nantikan adalah bola dan bola,” ujar Dolors yang dilansir dari Lifebogger, beberapa waktu lalu.

Dolors dan Valenti masih tinggal di Santpedor, sebuah daerah peternakan di Catalonia Tengah. Mereka telah bersumpah tak akan meninggalkan desa tercintanya, tempat kelahiran buah hatinya yang telah membawa dua gelar Liga Champions tersebut. Atas hasil tersebut, Santpedor pun dipandang dunia karena kehadiaran Pep. Dibandingkan sang suami, Dolors lebih banyak menjauhi media. Ia lebih memilih banyak menghabiskan waktu di luar tengah tempat foto-foto sang anak sejak masih menjadi ballboy Stadion Camp Nou hingga mengangkat piala telinga besar, istilah trofi Liga Champions. (fin/tgr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here