Terdampak COVID-19, Perusahaan di Kudus Rumahkan Karyawan

Produksi Masker Swadaya Masyarakat - FAJAR INDONESIA NETWORK
Warga membuat masker di tengah pandemi virus corona. FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

KUDUS-COVID-19 memukul sejumlah perusahaan di Kudus, Jawa Tengah. Tak sedikit perusahaan yang terpaksa merumahkan karyawannya. Di sana, ada sekitar 2.538 pekerja yang dirumahkan sebagai dampak dari COVID-19

“Keputusan merumahkan karyawan juga sebagai langkah antisipasi penyebaran COVID-19 dengan mengurangi berkumpulnya karyawan dalam jumlah besar,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus Bambang Tri Waluyo di Kudus, Selasa (7/4)..

Sementara jumlah perusahaan yang mengambil keputusan merumahkan sebagian karyawannya hingga 31 Maret 2020, tercatat sudah ada empat perusahaan.

Di antaranya, CV Mubarokfood Cipta Delicia, Perusahaan Rokok (PR) Sukun, PT Maju Furindo, dan PT Kudos Istana Furniture.

Untuk perusahaan rokok, katanya, sudah merumahkan 1.560 pekerja dari total 2.377 pekerja, sementara PT Kudos sudah merumahkan sebanyak 850 pekerja dari jumlah pekerja sebanyak 1.200 orang.

Sementara CV Mubarokfood Cipta Delicia merumahkan 91 pekerja dari jumlah pekerja sebanyak 103 pekerja dan PT Maju Furindo merumahkan semua pekerjanya yang berjumlah 28 pekerja.

Ada beberapa alasan yang digunakan perusahaan untuk merumahkan karyawan. Misalnya, perusahaan tidak produktif lagi karena tak ada pembeli. Bahkan, proses pengiriman barang mereka juga terkendala karena pembatasan wilayah.

“Akibatnya, tingkat produksinya semakin menurun sehingga diambil keputusan merumahkan sebagian pekerjanya,” ujarnya.

Khusus PT Maju Furindo yang terletak di Kecamatan Jati, kata Bambang, sejak mewabah COVID-19 sudah tidak berproduksi per Januari 2020. Meskipun merumahkan karyawannya, perusahaan tetap bertanggung jawab atas kelangsungan hidup karyawan dengan tetap membayar gaji mereka.

“Besaran upah disesuaikan dengan kesepakatan antara perusahaan dan pekerja,” ujarnya.

Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus juga telah membuat surat edaran tentang perlindungan pengupahan dan protokol pencegahan penyebaran COVID-19.

Di dalam surat edaran tersebut, perusahaan yang melakukan pembatasan kegiatan, maka demi kelangsungan usaha apabila pekerja atau buruh dirumahkan agar besaran upah pekerja dirumahkan didasarkan kesepakatan antara perusahaan dengan pekerja atau serikat pekerja.

Setelah wabah COVID-19 berakhir, diharapkan pekerjanya bisa kembali dikaryakan lagi. (wsa/fin/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here