spot_img
29, September, 2021

Liga Tajikistan Dimulai di Tengah Pandemi

DUSHANBE – Di tengah pandemi korona yang menghentikan persepakbolaan Asia, Tajikistan sama sekali tidak terganggu. Euforia masih terjadi setelah musim 2020 dimulai di negeri Asia Tengah tersebut. Padahal, negara-negara tetangganya seperti Uzbekistan dan Iran sudah menghentikan aktivitas liga domestik usai luluh lantak diserang Covid-19.

Liga 1 Indonesia tak akan kembali lebih awal seiring dengan penghentian tanpa batas waktu mulai Sabtu (14/3) lalu. Dua pekan sebelumnya, AFC bahkan telah mengumumkan penundaan AFC Cup dan Liga Champions Asia. Tapi, kesulitan itu seakan tak terjadi di Tajikistan. Sebab, di sana kompetisi domestiknya masih bergulir tanpa terganggu ancaman Covid-19. Negara Asia Tengah yang memiliki populasi sembilan juta orang tetap menggelar pertandingan Piala Super antara juara Istiklol dan runner-up liga Khujand pada hari Sabtu. Kendati tanpa dihadiri penonton satupun.

Musim Sepak bola terus berjalan ditengah COVID-19, seperti liga di Belarus, Nikaragua dan Burundi. Tiga laga pada matchweek pertama Ligai Olii (sebutan Liga Primer Tajikistan) berjalan lancar. Laga pembuka antara Qurghonteppa versus Istaravshan dimainkan secara tertutup di Stadion Republik Pusat di ibukota Dushanbe.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mewanti-wanti semua orang untuk menjaga jarak dan menghindari keramaian, kendati negara pecahan Uni Soviet itu belum mengumumkan satu kasus infeksi coronavirus, kompetisi berlangsung dengan lancar.

“Kita semua tahu kejuaraan dihentikan di hampir semua negara karena pandemi coronavirus,” kata manajer Istiklol, Vitaliy Levchenko, menjelang pertandingan Piala Super kepada ESPN. “Alhamdulillah, kita beruntung, tidak ada virus korona di Tajikistan dan musim sepakbola baru dimulai di negara ini,” tambahnya.

Istiklol menjadi satu dari 10 tim yang membela keputusan federasi Tajik agar Piala Super dimainkan tanpa penonton. “Saya percaya bahwa bermain di tribun kosong tidak akan memengaruhi pertandingan,” tambah Levchenko.

“Saya meminta para penggemar bersabar. Setidaknya kejuaraan dimulai di sini, dan di negara-negara lain para penggemar benar-benar kehilangan kesabarannya untuk menonton sepakbola,” tambahnya. Istiklol memenangkan treble winner pada 2019 dan menjadi klub pertama yang memenangkan enam gelar Liga Tajik secara berturut-turut.

Kendati sepakbola menjadi santapan sehari-hari, tidak ada satu pun klub Tajik yang mencapai babak grup Liga Champions Asia. Januari lalu, Istiklol dikalahkan oleh wakil Arab Saudi Al-Ahli dalam putaran playoff Wilayah Barat. (fin/tgr)

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer