Waspada, Kabar Bohong Menyebar

Beranda Nasional Waspada, Kabar Bohong Menyebar

JAKARTA – Pesan berantai yang berisi pemberian sanksi bagi kepala daerah yang melakukan lock down yang membuat aturan sendiri, akan di kenakan sanksi mulai dari teguran hingga hukuman indispliner dipastikan kabar bohong alias hoaks. Penegasan ini disampaikan Deputi Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Juri Ardiantoro.

”Tidak ada informasi dari KSP seperti itu. Dan sudah dapat kami pastikan itu kabar bohong. Pusat Informasi Terpadu 2019 n-CoV yang dikelola Kantor Staf Presiden (KSP) mencermati maraknya informasi hoaks terkait hal ini dalam beberapa hari,” terang Juri Ardiantoro, Minggu (29/3).

Dalam informasi hoaks itu, menyebutkan Klarifikasi dari Pemerintah Pusat tertanggal 29 Maret 2020 mengatasnamakan Hengki Halim dari KSP-RI. Isinya Presiden menegur keras tiga kepala daerah yakni Gubernur Kaltim, Walikota Tegal dan Walikota Tasikmalaya. Teguran ini resmi di layangkan Presiden Hari ini , Minggu, 29 Maret 2020. ”Sekali lagi, isi informasi tersebut jelas bohong. Tidak pernah ada instruksi Presiden seperti itu apalagi melakukan teguran kepada kepala daerah. Kami minta hati-hati menanggapi apa yang beredar,” jelasnya.

KSP juga mendapatkan informasi dari Kemkominfo, yang menemukan sejumlah informasi bohong terkait virus novel corona dalam sepekan terakhir. ”Salah satunya kabar yang menyebut virus korona untuk memusnahkan etnis Uighur, tetapi malah bocor di Wuhan. Publik agar tidak panik dengan kabar palsu tersebut,” terangnya lagi.

BACA JUGA: Presiden Diminta Beri Grasi Penyalahguna Narkoba

Juri mengimbau masyarakat untuk selalu merujuk pada data resmi yang dihimpun Pusat Informasi Terpadu 2019 n-CoV Kantor Staf Presiden (KSP) yang merupakan pusat informasi terpadu resmi pemerintah terkait penanganan virus corona.

Juri menekankan pemantauan yang dilakukan KSP sejauh ini mencatat tidak ada bukti kuat yang mendukung dugaan bahwa virus korona adalah senjata biologis Tiongkok yang bocor. Terlebih, dikaitkan dengan klaim bahwa senjata itu ditujukan untuk etnis Uighur. ”Pusat Informasi Terpadu yang ada di KSP bisa menjadi rujukan bagi warga agar tidak termakan hoaks soal Corona,” ujar Juri.

Hoaks lain yakni terkait unggahan di media sosial yang menyebutkan adanya anak buah kapal (ABK) dari kapal tanker asal Hong Kong yang positif terkena virus korona, di mana kapal itu disebut tengah berlabuh di dermaga PT Pelindo I cabang Kota Dumai.

Faktanya, kata Juri, informasi itu salah. Kepala Seksi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi KKP Kota Dumai, Suprapto telah menegaskan kabar itu bersifat hoaks alias bohong. Kabar bohong selanjutnya adalah sebuah artikel yang menyebut Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyerukan agar Tiongkok diisolasi karena virus korona. Dalam artikel itu disebutkan Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta semua negara tidak membiarkan warganya melakukan perjalanan ke Tiongkok, termasuk untuk urusan dagang. ”Lagi-lagi kabar itu adalah bohong,” tegas Juri.

Dia menegaskan hasil penelusuran Kemenkominfo dan PIT-KSP menunjukkan berita asli dari informasi tersebut diambil dari media Reuters dengan judul “WHO Declares China Virus Outbreak an International Emergency”.

Dalam berita tersebut tidak ditemukan pernyataan dari Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus yang meminta negara-negara di dunia untuk mengisolasi Tiongkok. Sebaliknya, WHO menyatakan bahwa mereka tidak merekomendasikan adanya pembatasan perjalanan ataupun perdagangan dengan Tiongkok.

BACA JUGA: Lockdown Bikin India Kacau, Perdana Menteri Minta Maaf ke Rakyat Miskin

Adapun sejumlah kabar bohong lain yang dicermati KSP antara lain video di media Facebook tentang video kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam sebuah masjid tengah meminta doa kepada umat Muslim, yang ternyata merupakan video lawas. Kemudian hoaks mengenai 1.000 orang tim medis Jepang yang tiba di Wuhan yang sudah dibantah Jepang, serta video dengan narasi penguburan babi dan unggas yang masih hidup yang faktanya merupakan video lama saat terjadinya wabah flu babi Afrika.

Selain itu hoaks postingan foto di media sosial dengan narasi menyebut bahwa seorang ilmuwan di Johns Hopkins Center for Health Security menyatakan virus korona bisa membunuh 65 juta jiwa dalam 18 bulan apabila berhasil mencapai skala pandemik.

Faktanya, Johns Hopkins Center for Health Security meluruskan pernyataannya bahwa simulasi yang dilakukan ilmuwan dalam ajang Event 201 tidak ada kaitannya dengan wabah virus korona 2019-nCoV yang sedang terjadi. Adapun virus korona yang digunakan dalam simulasi tersebut adalah fiksi dan hasilnya bukanlah prediksi. Juri menyampaikan Pusat Informasi Terpadu KSP mencatat setidaknya ditemukan 54 berita bohong terkait penyebaran 2019-nCoV.

”Dengan adanya informasi yang menyesatkan tersebut KSP mengajak seluruh masyarakat mempercayai informasi yang disebar Pusat Informasi Terpadu secara rutin setiap harinya. Informasi tersebut bisa diakses melalui situs http://ksp.go.id/waspada-corona/,” paparnya.

Terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono meminta waspada kepada masyarakat saat menerima infomasi dari pesan berantai via WhatsApp, Facebook, Twitter maupun media sosial lainnya. Pasalanya sudah ada beberapa pelaku pelaku menyebarkan hoaks terkait dengan Covid-19 di media sosial. ”Alasannya berapam dari sekadar membuat lelucon atau mengungkapkan ekspresi ketidakpuasan terhadap Pemerintah. Modus operandi para pelaku adalah iseng, bercandaan, hingga ketidakpuasan terhadap Pemerintah,” terangnya.

BACA JUGA: STIMULUS DIPATOK SERIBU TRILIUN

Siber Bareskrim Polri terus-menerus melakukan patroli siber. Pengungkapan kasus hoaks di media sosial terkait dengan Covid-19 pun terus bertambah setiap harinya. Hingga Minggu (29/3) jumlah kasus hoaks di media sosial terkait Covid-19 yang telah ditangani Bareskrim Polri dan jajaran polda se-Indonesia mencapai 51 kasus. ”Hingga saat ini, Polri melakukan penindakan sebanyak 51 kasus,” kata Argo.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 45 dan 45 A UU ITE dengan ancaman pidana 6 tahun penjara dan pasal 14 dan 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 dengan ancaman 10? tahun penjara. Agar tidak terjerat dalam ranah pidana, mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini mengimbau masyarakat untuk terlebih dahulu mengecek kebenaran informasi yang diterima di media sosial sebelum menyebarkannya kepada orang lain.

”Sekali lagi mohon agar disaring terlebih dahulu sebelum di-sharing kembali ke media sosial, seperti Facebook, Twitter, Youtube, Instagram, dan WA group sehingga tidak menjadi pelaku penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” katanya. (riz/dim/fin/ful)

Baca Juga

Jokowi: Indonesia Mengecam Keras Pernyataan Emmanuel Macron

JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghina umat Islam. "Indonesia juga mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang...

Liburan di Kampung Halaman Dilarang Bawa Keluarga

JAKARTA - Warga Jakarta yang tengah menikmati liburan di kampung halaman diimbau agar tak membawa sanak-familinya jika kembali. Agar tidak ada lagi peningkatan kasus...

Minta Maaf Atau Diboikot

JAKARTA - Seruan boikot produk Perancis sudah disuarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah ormas Islam di tanah air, diantaranya Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi)....

Cabut SE UMP Atau Mogok Massal

JAKARTA - Buruh mendesak agar pemerintah mencabut Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2021 pada Masa...

Vaksin Merah Putih Ada Enam Versi

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) memastikan, bahwa akan ada enam versi vaksin Merah Putih untuk penanganan Covid-19 di Tanah Air. Pernyataan...

Berita Terbaru

Hollywood Berduka, Aktor Sean Connery Meninggal Dunia

JAKARTA - Aktor veteran Sean Connery meninggal dunia pada Sabtu (31/10/2020) di usianya yang ke-90. Kabar duka tersebut diungkapkan oleh putra sang aktor, Jason...

Tak Bertemu Anak selama Sebulan dan Dirawat di RS, Melaney Ricardo Sakit Apa?

JAKARTA - Presenter Melaney Ricardo sedang diterpa cobaan. Istri Tyson Lynch itu dikabarkan sedang sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Wanita berusia 39 tahun...

Infografis: Statistik Covid-19 di Indonesia Sabtu, 31 Oktober 2020

JAKARTA – Update Infografis percepatan penanganan COVID-19 di Indonesia per tanggal 31 Oktober 2020 Pukul 12.00 WIB.

Mayangsari Kembali Menyanyi, Faktor Suami Terjerat Utang?

JAKARTA - Mayangsari diketahui akan segera kembali ke dunia tarik suara usai mendapatkan dukungan dan restu dari sang suami, Bambang Trihatmodjo. Usai dinikahi oleh putra...

Angkasa Pura I Balikpapan gelar Lomba Panahan Peringati Sumpah Pemuda

BALIKPAPAN - Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 92 PT Angkasa Pura I (Persero) bersama komunitas Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI) menggelar kegiatan Lomba Panahan Tingkat...

Nusantara

Bupati Banyuwangi Paparkan Manfaat Smart Kampung di Webinar Smart City International

BANYUWANGI- Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas memaparkan pengembangan smart kampung dan smart city yang telah diterapkan Pemerintah Daerah Banyuwangi dalam menghadapi menghadapi pandemi COVID-19. Abdul...

2 Ribu Kendaraan Masuk Lembang, Arus Lalulintas Alami Kepadatan

LEMBANG - Meningkatnya volume kendaraan di jalur kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat, menyebabkan penumpukan kendaraan di sejumlah ruas jalan, Jumat (30/10). Untuk mengurai kepadatan...

News

DPR Kritisi Lambannya Pertumbuhan Pertanian di NTB

JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro mengkritisi pertumbuhan sektor pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) khususnya Kabupaten Sumbawa yang tidak...

739 Ribu Tenaga Vaksinasi Disiapkan

JAKARTA - Program vaksinasi COVID-19 makin dimatangkan. Pemerintah telah menyiapkan ratusan ribu tenaga kesehatan untuk melakukan vaksinasi massal kepada masyarakat Indonesia. Juru bicara pemerintah Penanganan...

Dukung Inovasi Bisnis, Angkasa Pura I Siap Gabung Holding BUMN Pariwisata

JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) mendukung dan siap bergabung dengan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung yang penerbitan landasan hukumnya ditargetkan dapat selesai...

Cabut SE UMP Atau Mogok Massal

JAKARTA - Buruh mendesak agar pemerintah mencabut Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2021 pada Masa...

Vaksin Merah Putih Ada Enam Versi

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) memastikan, bahwa akan ada enam versi vaksin Merah Putih untuk penanganan Covid-19 di Tanah Air. Pernyataan...

Pariwisata Harus Terapkan Prokes

JAKARTA – DPR RI menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan (3M) pada destinasi wisata. Di masa pandemi...

Vaksin Sinovac Lulus Uji Klinis 3

JAKARTA - Vaksin COVID-19 produksi Sinovac dinyatakan lulus uji klinis tahap 3. Vaksin dinyatakan bisa digunakan dan aman. Meski demikian Pemerintah masih menunggu laporan...