Terapkan Lockdown, Angie Virgin Sebut London Seperti Kota Hantu

Angie Virgin from Instagram

LONDON– Artis Anggia Yulia Angely atau dikenal dengan nama Angie Virgin saat ini sedang berada di Inggris. Dia mengaku telah merasakan dampak dari lockdown yang kini telah diterapkan oleh pemerintah Inggris sebagai langka pencegahan virus corona.

Sedianya, keberadaan Angie di sana, mengikuti suaminya Habibi Syaaf yang bekerja sebagai polisi di London. Angie sendiri saat ini juga sedang bekerja di sana. Wanita 36 tahun ini mengabarkan bagaimana kondisi di sana setelah pemerintah memutuskan lockdown akibat wabah corona.

“Kantor-kantor dipaksa tutup. Hanya boleh satu sampai dua orang yang ke kantor bila ada yang emergency dan tidak bisa dilakukan di rumah,” kata Angie kepada wartawan, Jumat (27/3).

Dia mendeskripsikan, suasana lockdown di sama membuat kota tempatnya dia tinggal, seperti Kota Hantu. Di mana semua perkantoran dan gedung-gedung sepi. “Iya jadi aku ngalamin tuh bolak balik pas detik-detik lock down. Central London berubah jadi ghost town, sepi banget, gedung-gedung tinggi perusahaan besar, semua kosong,” ujar dia.

Untungnya, tempat Angie bekerja, telah diterapkan kebijakan bekerja dari rumah. Sehingga bintang film Virgin ini, mengaku legah. Dia menjelaskan, adanya lockdown, otoritas di sana memperketat pengamanan. Hampir setiap sudut kota dilengkapi dengan kamera CCTV

“Aku sudah enggak keluar rumah lagi. (kalau mau ke luar) Tidak ada surat, cuma polisi yang jaga akan nanya tujuan dan mau ke mana. Ini negara CCTV jadi mereka bisa kontrol gerakan kita di luar. Sekarang kerja di rumah, pekerjaan accounting-ku 80 persen dilakukan di rumah,” jelas dia.

Angie adalah Istri dari Habibi Syaaf yang bekerja sebagai polisi di London. Meskipun besar dan bekerja di sana, Habibi mengaku dia keturunan Indonesia, tepatnya suku betawi.

“Saya orang Indonesia keturunan Betawi dan apapun kewarganegaraan saya, tidak ada yang bisa menghapus darah Indonesia saya atau keturunan saya,” tulis Habibi di highlight Instagramnya, pada Januari lalu.

Kini Lebih dari 1.500 orang dinyatakan positif mengidap virus corona di Inggris. Namun jumlah sebenarnya diperkirakan antara 35.000 dan 50.000 orang.

Pada Jumat kemarin, Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson juga mengaku positif terjangkit corona. Pengakuannya melalui video yang dia unggah di akun twitternya. Dia mengaku mengalami gejala ringan dam sedikit demam serta batuk selama 24 jam. (dal/fin).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here