Pesepak Bola Malaysia Tolak Potong Gaji

KUALA LUMPUR – Asosiasi Pesepak Bola Malaysia atau PFAM menolak wacana pemotongan gaji selama Liga Malaysia ditangguhkan akibat pandemi corona. Alasannya, tidak semua pemain mendapat penghasilan yang besar dari klub.

Kompetisi sepak bola Malaysia, baik profesional dan amatir, termasuk Malaysia Super League dan Malaysia Premier League tengah dihentikan. Otoritas sepak bola setempat menghentikan seluruh kompetisi hingga waktu yang belum ditentukan.

Kendati begitu, PFAM menyatakan, kontrak antara para pemain dan klub harus tetap dihormati meski kompetisi tengah terhenti. Hal ini lantaran kebutuhan hidup yang terus meningkat di tengah pandemi corona.

“Kami para pemain masih memiliki komitmen, namun ada biaya tambahan dalam kebutuhan hidup karena pandemic corona. Perlu diingat bahwa tidak semua pemain mendapat gaji besar dan pendapatan mereka sangat penting saat ini,” demikian pernyataan FAM dilansir FIN dari Fox Sports, Minggu (29/3).

BACA JUGA: Klub Diminta Ubah Kontrak Kerja Para Pemain

“Beberapa (pemain) harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk mengurus rumah tangga mereka. Ada pula yang harus mengurus anggota keluarga yang tidak berpenghasilan dengan adanya pembatas untuk bepergian,” imbuhnya.

Pernyataan itu dikeluarkan oleh presiden PFAM Safee Sali bersama para anggota seperti Shahrul Saad, Farizal Marlias, Shahrom Kalam, Razman Roslan, hingga penjaga gawang kawakan Khairul Fahmi Che Mat.

Pihak PFAM memberikan respon terkait permohonan Federasi Sepak Bola Malaysia atau FAM untuk menggelar sebuah diskusi dengan para pemain dan klub. Diskusi tersebut akan membahas gaji pesepak bola profesional selama penundaan kompetisi akibat corona.

Sebelumnya, beberapa klub di Malaysia seperti Kelantan FA dan Penang FA dilaporkan ingin mengadakan pembicaraan dengan pemain. Pembicaraan itu tak lain soal wacana pemotongan gaji selama kompetisi ditangguhkan.

Berbeda dengan Indonesia, PSSI justru membolehkan klub untuk mengubah kontrak kerja dengan pemain dan ofisial tim akibat pandemi corona. Klub-klub Liga 1 dan Liga 2 diperbolehkan hanya membayar 25 persen gaji selama periode Maret hingga Juni.

Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 sendiri ditunda sampai 29 Mei 2020. Apabila hingga tenggat tersebut pemerintah memperpanjang status darurat bencana maka Liga 1 dan Liga 2 musim ini akan dihentikan. (heq/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here