Pencuri Motor Jamaah Masjid Ditembak

PALEMBANG – Dua pencuri sepeda motor milik korban Nasrul Ikyas (67), jamaah Masjid Riddo di Jalan May Zen, Lorong Abadi, Kelurahan Sei Selincah, Kecamatan Kalidoni, diringkus Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang.

Kedua pelakunya, Syadam Hariyadi (29), warga Jalan Rustini, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Sako, dan Apriyanto Ismarzuki (23), warga Jalan Mayor Zen, Lorong Asli, Kelurahan Sei Selincah, Kecamatan Kalidoni.

Sayangnya, saat akan diringkus di sebuah kosan di kawasan Jalan May Zen, Kamis (26/03), sekitar pukul 22.30 WIB. Kedua pelaku berupaya kabur, oleh anggota langsung dilumpuhkan dengan timah panas di kaki hingga terkepor.

Kasatreskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kanit Ranmor, Iptu Novel mengatakan, kedua pelaku ditangkap karena mencuri sepeda motor Honda BeaT Nopol BG 4840 ACB milik jamaah masjid yang sedang menunai salat subuh pada 14 Agustus 2019 lalu, sekitar pukul 05.00 WIB.

BACA JUGA: Minimalisir Corona, Bayar Pajak Kendaraan via Aplikasi Saja, Begini Caranya

“Saat itu, korban sedang salat subuh dan sepeda motornya diparkirkan di parkiran masjid. Lalu dicuri kedua pelaku dengan menggunakan kunci letter T, satu pelaku mengawasi keadaan dan satu pelaku lagi memetik motor,” jelas Novel, Jumat (27/03).

Mengetahui sepeda motornya telah dicuri, kemudian korban melapor ke SPKT Polrestabes Palembang.

“Atas laporan korban, kita melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga berhasil menangkap kedua pelaku. Tapi mereka melawan dan hendak kabur, sehingga diberikan tindakan tegas terukur di kaki kedua pelaku,” katanya.

Dari kedua pelaku, anggota Unit Ranmor juga berhasil mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Yamaha M3, satu lembar baju kaos dan satu kunci letter T yang digunakan kedua pelaku dalam aksi curanmor tersebut.

“Pelaku ini sudah tiga kali melakukan aksinya, dan akhirnya berhasil ditangkap. Mereka kita jerat dengan pasal 363 KUHP, ancamannya hukuman penjara selama 5 tahun,” tegas Novel.

Sementara itu, kedua tersangka mengakui perbuatannya telah mencuri motoe korban di masjid tersebut.

“Motornya kami jual di daerah OI, uangnya kami bagi dua dan sudah habis untuk beli pakaian dan makan sehari-hari. Kami sudah tiga kali maling motor, tapi akhirnya ditangkap dan ditembak. Kami tobat, tidak tahan sakit ditembak di kaki,” kata kedua pelaku sambil menangis menahan sakit. (zon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here