Modus Pacaran, Cabuli Korban

ilustrasi

KOTAAGUNG – Berdalih akan bertanggung jawab, IN (27) dan AS (25) nekat mencabuli RN (17) warga Kecamatan Pulau Panggung, Tanggamus. Polsek Pulau Panggung meringkus keduanya. Tersangka ditangkap kurang dari 24 jam atas dua laporan berbeda. Awalnya polisi menangkap IN, polisi kemudian melakukan pengembangan dan menangkap AS.

Kapolsek Pulau Panggung Iptu Ramon Zamora mengatakan kedua tersangka ditangkap atas dua laporan berbeda, yakni IN ditangkap atas laporan RN Minggu (22/3). Kemudian AS ditangkap atas laporan ID (40) orang tua RN, Senin (23/3) lalu.

Ramon menjelaskan, perbuatan kedua tersangka bermodus pacaran dan menjanjikan akan bertanggung jawab. Namun atas kejadian itu membuat korban merasa tertekan dan trauma, sehingga ia menceritakan kejadiannya kepada orang tuanya. “Kedua tersangka berdalih berpacaran dengan korban. Kemudian dengan bujuk rayu melakukan pencabulan. Namun setelahnya korban merasa tertekan sehingga memberitahukan kepada orang tuanya,” beber kapolsek.

Berdasarkan keterangan kedua tersangka saat diperiksa mengakui mengiming-imingi akan bertanggung jawab. IN dan AS juga berdalih suka sama suka. “Dengan dalih apapun, tidak mengenal istilah suka sama suka untuk persetubuhan dan pencabulan terhadap anak, kedua tersangka diproses sesuai ketentuan undang-undang,” terangnya.

Di Tulang Bawang Barat (Tubaba) Mulyono (34) warga Tiyuh Balam Jaya, Kecamatan Way Kenanga, ditangkap Polsek Banjaragung lantaran dilaporkan telah mencabuli RS (13) warga Kecamatan Banjaragung, Kabupaten Tulangbawang (Tuba).

Kapolsek Banjaragung Kompol Rahmin mengatakan, Mulyono ditangkap Kamis (26/3) lalu. Penangkapan tersebut bermula dari laporan Ibnu Krisdiawono (37) ketua RT di Kampung Warga Makmur Jaya. Laporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : LP/15/B/III/2020/Polda lpg/Res Tuba/Sek Banjar, tanggal 23 Maret 2020. Aksi Mulyono terungkap dari kecurigaan warga atas aktivitas Mulyono yang sering tinggal dan menginap di rumah korban RS. “Untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan, ketua RT melaporkan ini ke Mapolsek Banjaragung. Dari hasil pemeriksaan awal terhadap korban, bahwa benar dirinya telah menjadi korban cabul pelaku,” terangnya.

Menurut keterangan korban RS, aksi bejat Mulyono yang sehari hari berprofesi sebagai petani itu terjadi pada Senin (23/03) di dalam kamar korban. Saat itu, Mulyono langsung masuk ke dalam kamar korban dan langsung melakukan pencabulan. Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, Mulyono masih diperiksa secara intensif di Mapolsek Banjaragung dan dijerat Pasal 82 ayat 1 Jo Pasal 76E UU Nomor [35/2014](tel:352014) tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 /2002 tentang Perlindungan Anak. (ral/rnn/ehl/nal/nca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here