Pemudik Harus Diperiksa

Pemudik memadati terminal Kalideres pada H-6 Idul Fitri, Jakarta Barat, Jumat (31/52019). Sejumlah tujuan mudik daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur banyak menjadi tujuan pemudik, lonjakan penumpang mulai terasa dan di prediksi akan terus meningkat pada H-4 dan H-3. FOTO: Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK.

SLAWI – Para pemudik di wilayah Kabupaten Tegal diminta untuk diperiksa kesehatannya dan suhu badannya. Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Demikian diungkapkan Sekretaris Fraksi Demokrat Sejahtera (Desa) DPRD Kabupaten Tegal Sriyanto, Kamis (26/3).

Menurutnya, kendati pemerintah pusat sudah melarang masyarakat yang hendak mudik, tapi masih banyak yang tidak mengindahkan larangan tersebut. Para perantau banyak yang nekat pulang kampung dengan menggunakan kendaraan umum seperti bus atau elf. Padahal, itu sangat rentan dengan penyebaran virus corona, karena mereka merantau di kota terjangkit. Untuk itu, Pemkab Tegal melalui tim medisnya harus melakukan pemeriksaan secara maksimal.

“Jangan sampai mereka pulang ke kampung membawa virus corona,” kata Anggota Komisi IV ini.

Dia menyarankan, langkah yang harus dilakukan yakni, tim medis kesehatan berkoodinasi dengan pengusaha atau pemilik elf di setiap kecamatan di wilayah Kabupaten Tegal. Biasanya, mereka sudah memiliki pelanggan yang merantau di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Jawa Barat. Koordinasi dapat dilakukan dengan menanyakan jadwal kepulangannya. Ketika elf sudah sampai di wilayah Kabupaten Tegal, supaya dihentikan lebih dulu dan penumpangnya diperiksa.

“Para penumpang jangan diantarkan ke rumah dulu, tapi diperiksa dulu. Kalau dinyatakan sehat, boleh diantar pulang. Tapi kalau memiliki gejala yang menyerupai virus corona, sebaiknya dirawat di rumah sakit,” sarannya.

Langkah itu, menurut Sriyanto, lebih efektif ketimbang hanya mendata setelah kepulangan mereka. Jika mereka sudah pulang ke rumah dan berinteraksi dengan keluarganya, itu justru membahayakan. Tentunya, virus dapat menyebar jika mereka membawa virus dari luar daerah.

“Langkah ini memang membutuhkan waktu, tenaga dan biaya. Tapi sangat efektif untuk pencegahan penyebaran virus corona,” ujarnya. (yer/gun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here