Negara Butuh 1.500 Dokter dan 2.500 Perawat Sebagai Relawan COVID-19

    Koordinator relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Andre Rahardian menyatakan dibutuhkan sekitar 1.500 dokter. Terutama dokter spesialis paru, dokter spesialis anestesi, dan juga dokter umum pranata lab. Selain itu, juga dibutuhkan sekitar 2.500 perawat, dan bagian administrasi rumah sakit sampai supir ambulans. “Ini semua kita panggil sebagai relawan untuk menghadapi pandemik ini,” tegas Andre.

    Gugus tugas, kata Andre, sudah melakukan kerja sama dengan asosiasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan juga perguruan tinggi. Mereka diajak bergabung sebagai relawan menangani para pasien. Andre menuturkan, para relawan dari mahasiswa tingkat akhir akan menjadi lapisan kedua pada pencegahan. Mereka akan ditugaskan secara online untuk membantu melakukan konsultasi. “Teman-teman mahasiswa akan membantu konsultasi baik secara medis dan psikologis yang akan dilakukan melalui platform online,” paparnya. (khf/fin/rh)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here