JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof. H. M. Tito Karnavian, Ph.D., tidak pernah memberi respon soal Karantina Wilayah Papua. Hal itu ditegaskan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar di Jakarta, Kamis (26/3).

”Pak Mendagri tidak pernah memberi respon soal Karantina Wilayah Papua, karena kan sudah ada dalam Undang-Undang,” kata Bahtiar.

Sebagaimana diketahui, penetapan karantina wilayah (lockdown) dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

”Karena untuk penetapan karantina wilayah dilakukan sesuai UU Nomor 6 Tahun 2018, itupun dilakukan setelah melalui koordinasi dengan Menkes dan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” tegasnya.

Baca Juga: Pemakaman Ibunda Dikemas Sederhana

Merujuk Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 ini, ada beberapa macam jenis karantina yaitu Karantina Rumah, Karantina Wilayah dan Karantina Rumah Sakit. Penjelasan dan syarat dilakukan karantina tersebut kemudian diatur dalam beberapa pasal di dalamnya.

Dengan demikian, Mendagri tidak pernah berkomentar soal karantina di wilayah manapun termasuk wilayah Papua, karena telah diatur tegas oleh Undang-Undang, dan dikoordinasikan secara resmi melalui Menteri Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang telah dibentuk.

Aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Jayapura Kota membagikan Maklumat Kapolri dalam bentuk selebaran kepada warga di Kloofkam belakang BRI Kelurahan Gurabesi, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua.

“Selabaran Maklumat Kapolri itu kami bagikan terkait pencegahan penyebaran virus corona,” kata Kasat Binmas Polresta Jayapura Kota AKP Pieter Kendek di Kota Jayapura, Kamis malam.

Menurut dia, pembagian selebaran Maklumat Kapolri itu dibagikan ketika melaksanakan patroli bersama Kaur Bin Ops Iptu Abdulloh Chariri dan Bripka Anom.

“Maksud dan tujuan pembagian selebaran tersebut adalah agar warga membaca, memahami dan mengerti isi maklumat tersebut yang selanjutnya bisa disampaikan kepada keluarga, rekan dan masyarakat lainnya,” katanya. (ful)

EPaper Koran Fajar Indonesia Network Edisi 27 Maret 2020
EPaper Koran Fajar Indonesia Network Edisi 27 Maret 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here