News

G20 KOMPAK MELAWAN!

G20 KOMPAK MELAWAN!
JAKARTA - Pemerintah Indonesia akan merekomendasikan lima langkah konkret yang dapat dieksekusi untuk penanganan Covid-19 dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa G20 yang diadakan secara virtual pada Kamis (26/3) malam. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud yang menjadi penggagas pertemuan ini meminta seluruh negara meningkatkan pendanaan pengembangan vaksin Virus Corona, mengatasi krisis kesehatan global.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Affandi Lukman selaku Sherpa G20 Indonesia dalam pertemuan virtual G20 Extraordinary Sherpa Meeting mengatakan, pertemuan membahas konsep naskah Leaders’ Statement on COVID-19 yang menjadi keluaran utama dari Pemerintah Arab Saudi selaku Presidensi G20 sekaligus pemimpin pertemuan Sherpa dan KTT tahun ini.

Konsep pertama adalah meningkatkan proteksi sosial terhadap kelompok rentan termasuk masyarakat usia lanjut, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), serta pekerja dengan upah rendah. Kedua adalah mendukung dan memastikan keselamatan tenaga medis sesuai dengan standar World Health Organization (WHO) melalui kemudahan akses terhadap obat-obatan dan alat pelindung diri (APD). Ketiga adalah memperhatikan keterjangkauan dan ketersediaan vaksin serta kebutuhan medis lainnya.

Dalam konsep ketiga itu, Indonesia meminta setiap negara G20 dapat memfasilitasi perdagangan, mobilitas obat, serta kebutuhan medis lainnya yang antara lain melalui upaya relaksasi prosedur ekspor-impor. Konsep keempat adalah segala bentuk kontribusi finansial yang bersifat global harus merujuk pada kondisi dan prioritas nasional mengingat adanya perbedaan kebutuhan serta prioritas dari setiap negara terdampak.

Konsep kelima adalah adanya komitmen para pemimpin dunia dalam menciptakan kolaborasi dan kerja sama yang lebih kuat untuk mencegah resesi ekonomi global yang lebih dalam akibat dari keberlanjutan pandemi ini. Selain itu, Indonesia mendukung usulan Presidensi Arab Saudi untuk memasukkan Social Safety Net sebagai salah satu upaya melindungi masyarakat miskin dalam menghadapi dampak Covid-19 khususnya di negara berkembang.

”Indonesia juga menyetujui proposal Jepang untuk memasukkan paragraf yang berisi dukungan para pemimpin G20 bagi Pemerintah Jepang yang akan menunda pelaksanaan Olimpiade 2020 sebagai akibat dari merebaknya Covid-19,” jelasnya.

Sementara itu Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud menyeru para pemimpin G20 untuk meningkatkan pendanaan pengembangan vaksin virus corona, menormalisasi pergerakan barang dan jasa dengan segera, serta membantu negara-negara berkembang mengatasi krisis kesehatan global.

Seruan itu disampaikan pada pembukaan konferensi video yang diselenggarakan oleh negara-negara ekonomi utama dunia pada Kamis, guna mengoordinasikan tindakan atas wabah dan dampak ekonominya, karena infeksi di seluruh dunia melebihi 470.000 dengan lebih dari 21.000 orang meninggal dunia. ”Kita harus memiliki respons yang efektif dan terkoordinasi menghadapi pandemi ini dan mengembalikan kepercayaan pada ekonomi global,” kata Raja Salman.

”Di bidang perdagangan, G20 harus mengirim sinyal kuat untuk mengembalikan kepercayaan pada ekonomi global dengan melanjutkan, sesegera mungkin, pergerakan normal barang dan jasa, terutama pasokan medis yang penting,” kepala negara Arab Saudi itu menambahkan.

G20, yang saat ini diketuai oleh Arab Saudi, telah menghadapi kritik atas respons yang lambat terhadap krisis yang memburuk, yang diperkirakan akan memicu resesi global. Beberapa negara anggota telah mengumumkan paket stimulus ekonomi untuk mengimbangi penangguhan luas perjalanan udara dan penutupan banyak bisnis.

Tetapi ada kekhawatiran yang berkembang tentang langkah-langkah proteksionis yang sedang dibahas atau diadopsi ketika negara-negara berebut untuk merespons pandemi virus corona. Kamar Dagang AS mendesak para pemimpin G20 untuk mencocokkan janji dengan negara-negara seperti Australia dan Kanada untuk menjaga rantai pasokan tetap terbuka dan menghindari kontrol ekspor.

Berita Terkait