APD Terbatas, Galang Dana Tim Medis

Presiden Jokowi Sambangi RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlit - FAJAR INDONESIA NETWORK
Petugas sedang mempersiapkan rumah sakit darurat untuk pasien COVID-19. Foto: Faisal R Syam/Fajar Indonesia Network

PRABUMULIH – Jumlah kasus positif virus covid-19 makin bertambah. Hingga kemarin (26/3) sudah terkonfirmasi 893 kasus positif corona di Indonesia.

Dari data itu, 35 kasus dinyatakan sembuh sementara 78 penderita meninggal dunia. Mirisnya lagi, dari penderita yang meninggal beberapa diantaranya adalah tenaga medis yakni dokter.

Nah, dokter yang meninggal saat menangani kasus corona menimbulkan keprihatikan bagi masyarakat. Tak sedikit yang menilai apa yang terjadi lantaran minimnya Alat Pelindung Diri (APD).

Betapa tidak, diberbagai kota yang sudah masuk zona merah, masih terdapat tim medis yang harus menggunakan jas hujan untuk melindungi diri.

“APD kita minim, sehingga para dokter rentan terinfeksi. Kalau APD kita banyak dan cukup tentu akan memberikan perlindungan kepada tim medis,” kata Hendra salah satu warga.

Di RSUD Kota Prabumulih, Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan virus corona masih sangat tebatas. Hal itu seperti disampaikan plt Direktur dr H Happy Tedjo S MPh melalui Kabid Yanmed RSUD dr Dwinta Inayasari saat dikonfirmasi terkait ketersediaan APD di RSUD.

“Memang APD yang lengkap susah didapat, kami baru ada sedikit. Kami tetap berusaha di UGD APD yang standar, tapi memang jumlah terbatas,” kata dr Dwinta.

Nah, agar tim medis di Kota Prabumulih yang merupakan garda terdepan melawan virus corona. Sejumlah partai politik, organisasi ataupun masyarakat mulai menggalang dana. “Kita sudah menggalang dana untuk penyediaan APD tenaga medis Kota Prabumulih. Insya Allah dalam waktu dekat kita salurkan, dan saat ini kita masih menunggu kiriman masker dan baju anti virus sampai,” kata Ketua Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Prabumulih H Adhy Chandra ST.

Adapun penggalangan dana tersebut kata Adhy berasal dari para kader, pengurus partai dan anggota DPRD dari partai PKS. “Presiden partai sudah menginstruksikan anggota dewan untuk menyisihkan gaji, penggalangan akan terus kami lakukan untuk membantu tim medis dalam memenuhi APD,” ucap pria yang meminta agar pemerintah mengawasi pendatang dari zona merah.

Penggalangan dana juga ada secara pribadi dengan membuka posko sumbangan, seperti yang dilakukan Jessica. Dikonfirmasi melalui sambungan Whatsapp Jessica menuturkan, sudah beberapa donatur yang turut menberikan donasi di posko yang disediakan.

“Kita buka posko, sudah ada yang sumbang. Hasilnya akan kami belikan untuk APD tim medis. Kami merasa tergugah, karena tugas mereka sangat berbahaya dan memerlukan alat pelindung,” tukasnya. (08/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here