Warning, Penderita COVID-19 Meninggal Dunia di Jakarta Lewati Beijing

Tempat Cuci Tangan di Ruang Publik- FAJAR INDONESIA NETWORK
Pemprov DKI Jakarta menyediakan tempat cuci tangan sebagai upaya menekan penularan COVID-19. FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

JAKARTA-Angka pasien COVID-19 di DKI Jakarta makin mengkhawatirkan. Pemerintah Provinsi Jakarta mengumumkan, hingga Kamis 26 Maret, total  pasien positif corona berjumlah 495 orang.

Yang menyedihkan, dari jumlah itu 48 orang di antaranya meninggal dunia. Sementara tenaga medis yang terpapar sebanyak 50 orang. Ke 50 orang tenaga medis itu tersebar di 24 rumah sakit di Jakarta.

“Sampai hari ini total pasien positif mencapai 495 orang, yang dinyatakan sembuh 29 orang, wafat 48 orang,” ujar Kepala Tim Siaga Covid-19 DKI Jakarta Catur Laswanto di Jakarta, Kamis (26/3).

Terkait dengan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 1.850 orang. ”Adapun yang masih dipantau berjumlah 457 orang, dan yang selesai dipantau 1.393 orang,” kata Catur dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta.

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 895 orang, masih dirawat 291 orang, dan yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 604 orang.

Untuk diketahui, jumlah kematian corona di Jakarta ini sudah dalam tahap mengkhawatirkan, sebab jumlah pasien corona yang meninggal telah mengalahkan Kota Beijing, Cina dan Israel. Di Beijing, tercatat hanya 8 orang yang meninggal dunia. Di sana ada lebih dari 400 orang berhasil disembuhkan.

Bahkan jumlah kematian akibat corona di Jakarta mengalahkan Israel. Kota bangsa Yahudi itu tercatat baru 5 orang meninggal dunia dari total penderita 2.495 orang. (wsa/fin)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here