UN Batal, Kelulusan Pakai Raport

Sejumlah siswa mengikuti Ujian Berbasis Komuter (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan Negri 50 Jakarta, Senin (25/3/2019). Peserta UNBK pada tahun ini meningkat menjadi 91 persen dari total peserta ujian nasional yang terdiri dari 1.515.986 peserta siswa SMK 13.305 Sekolah. FOTO: Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK.

BATANG – Menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang akan mengambil beberapa langkah. Sesuai dengan regulasi nantinya penilaian akhir akan dilakukan dengan menggunakan nilai semester akhir.

“Iya memang seperti yang disampaikan Mas Menteri, jika UN 2020 ini memang dibatalkan. Keikutsertaan UN pun tidak menjadi syarat kelulusan sekolah ataupun seleksi masuk pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dan pelaksanaan US yang mengumpulkan massa juga tidak diperbolehkan. Sehingga kemungkinan US pun akan ditiadakan. Namun untuk perkembangan selanjutnya masih akan kami rapatkan besok pagi,” jelas Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Batang, Sabar Mulyono saat dihubungi Radar Pekalongan, Rabu (25/3/2020).

Menurutnya, sampai saat ini sekolah dapat menggunakan rapot lima Semester terakhir untuk kelulusan. Untuk jenjang SMP, mulai dari nilai semester 1 kelas 7 hingga nilai semester 1 kelas 9. Sedangkan untuk jenjang SD akan dilihat dari nilai semester 1 kelas 4 hingga nilai semester 1 kelas 6.

Menurut Sabar, pihaknya masih akan melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan pihak terkait. Untuk nantinya menyikapi kebijakan UN dan US terkait pandemi Covid-19 ini. Termasuk kebijakan untuk proses belajar di rumah, PPDB dan juga Penilaian akhir semester bagi siswa selain peserta ujian.

Selain itu, dalam surat edaran, Kemendikbud juga memperbolehkan dana Bantuan Operasional Sekolah atau Bantuan Operasionai Pendidikan digunakan untuk pengadaan barang sesuai kebutuhan sekolah. Termasuk untuk membiayai keperluan dalam pencegahan pandemi Covid-19, seperti penyediaan alat kebersihan, hand sanitizer, disinfectant, dan masker bagi warga sekolah. Dana tersebut juga bisa digunakan untuk membiayai pembelajaran daring/jarak jauh. (Nov)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here