PON 2020: Wacana Penundaan Tunggu Instruksi Presiden

FOTO: Logo PON 2020/ IST

TOKYO – Kendati ditunda hingga tahun depan, nama Olimpiade Tokyo 2020 tetap tidak berubah. Presiden International Olympic Committee (IOC, alias Komite Olimpiade Internasional) Thomas Bach, menyebut bahwa olimpiade bisa dihelat sebelum musim panas 2021.

Meskipun sebagian besar orang beranggapan bahwa olimpiade sesuai jadwal Juli-Agustus yang sama dengan tahun ini, namun Bach punya keyakinan olimpiade bisa digelar secepatnya kendati tahun depan. “Perjanjiannya paling lambat pada musim panas 2021,” katanya dalam sebuah panggilan konferensi dilansir dari Reuters.

Sebelumnya, setelah perang ego yang alot antara IOC dan negara-negara peserta, Olimpiade Tokyo 2020 akhirnya benar-benar ditunda. Ini menjadi penundan event akbar empat tahunan dalam sejarah 124 tahun olimpiade akibat pandemik virus korona.

Penundaan ini pun mengundang banyak pertanyaan. Pasalnya, keputusan penundaan itu membutuhkan waktu begitu lama di saat kompetisi sepakbola elit dunia seperti Liga Champions lebih dahulu ditunda selang beberapa pekan usai WHO menyatakan korona sebagai pandemik global.

Para atlet kecewa namun sebagian besar merasa lega, kendati latihan mereka selama tiga tahun terganggu. Keputusan itu merupakan pukulan besar bagi Jepang, yang telah menginvestasikan USD 12 miliar atau Rp193 triliun. Penundaan ini jelas membuat Jepang harus kerja ekstra seperti mengatur kembali logistik, anggaran, dan sponsor lainnya.

Bach menuturkan, IOC tidak bisa menjamin semua laga dalam Olimpiade akan tetap berjalan seperti yang direncanakan semula. Problem yang masih mengganjal adalah Athletes’ Village, yang menjadi hunian para atlet olimpiade. Dimana apartemen yang ditetapkan untuk dijual setelah Olimpiade tahun ini. “Ini adalah salah satu dari ribuan pertanyaan yang harus ditangani oleh gugus tugas ini. Kami berharap bisa membangun Athletes’ Village secepatnya, karena ini adalah jantung Olimpiade, ”kata peraih medali emas cabang anggar Olimpiade 1976 itu.

Pria yang kini berprofesi sebagai pengacara di Jerman itu mengakui, pembatalan itu telah dibahas bersama setelah IOC bersikeras bahwa itu bukan pilihan. Dalam sejarah 124 tahun olimpiade, baru dua kali dibatalkan yakni selama Perang Dunia Pertama (1914-1918) dan Perang Dunia Kedua (1940-45). “Pandemi menjadi alasan pembatalan yang tidak disukai IOC,” kata Bach.

Dikatakannya, IOC akan memulai pembicaraan bersama badan-badan olahraga global lainnya. Pasalnya, penundaan ini memberi efek besar bagibanyak kompetisi lainnya.

Penundaan telah menjadi pukulan bagi prestise IOC dan Bach, yang telah dikritik oleh beberapa atlet dan komite Olimpiade nasional karena tidak bereaksi lebih cepat mengingat pandemi telah menyebar dengan cepat.

“Kami berada dalam situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Saya kira Olimpiade yang ditunda ini akan membutuhkan pengorbanan, akan membutuhkan kompromi oleh semua pemangku kepentingan, ”tambahnya.

Pada Senin, IOC mengisyaratkan penundaan, tapi minta waktu empat pekan untuk membuat keputusan. Kemarin, setelah penundaan disepakati, IOC dan panitia lokal Tokyo membuat pernyataan bersama.

”Melihat keadaan saat ini, dan berdasar informasi dari WHO, presiden IOC dan perdana menteri Jepang telah menyimpulkan bahwa Olimpiade XXXll di Tokyo harus dijadwalkan ke tanggal di luar 2020. Namun, tidak lebih dari musim panas 2021.” Begitulah bunyi pernyataan tersebut seperti dikutip dari situs resmi Olimpiade.

”Ini demi menjaga kesehatan para atlet dan semua orang yang terlibat dalam Olimpiade serta komunitas internasional,” lanjut pernyataan itu. Abe menyebut bahwa penundaan tersebut tidak perlu dipertanyakan lagi. Itu merupakan respons paling tepat dalam menyikapi krisis global saat ini yang disebabkan virus korona.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here