Pengurus PAN Diumumkan, Dua Anak Amien Rais Masuk

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan berbincang dengan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais saat menghadiri rapat kerja nasional (Rakernas) PAN di Jakarta, Sabtu (7/12/2019). PAN menggelar rakernas untuk mempersiapkan pemilihan ketua umum partai itu. Sejumlah tokoh mulai dari Amien Rais hingga Zulkifli Hasan hadiri acara itu. FOTO: FAISAL R SYAM / FAJAR INDOENSIA NETWORK.

JAKARTA – Partai Amanat Nasional (PAN) mengumumkan daftar pengurus yang akan bertugas pada periode 2020-2025. Tidak ada nama Amien Rais. Hanya ada nama Hanafi Rais dan Mumtaz Rais. Masuknya dua anak Amien Rais tersebut, bukan berarti pertikaian antara kubu Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dan Amien sudah berakhir.

Saat mengumumkan, Zulkifli menyebut Hanafi Rais menjabat Wakil Ketua Umum dan Mumtaz Rais menjadi Ketua DPP PAN. Selanjutnya, dalam susunan kepengurusan DPP PAN tersebut, Sutrisno Bachri menjadi Ketua Dewan Kehormatan menggantikan Amien Rais. Sekretaris Dewan Kehormatan PAN adalah Sunartoyo. Ketua Dewan Pakar adalah Drajad Wibowo dengan sekretaris M. Najib.

Hatta Rajasa yang sudah diketahui sebelumnya menjadi Ketua Majelis Penasihat Partai (MPP), dengan Sekretaris MPP adalah Tjatur Sapto Edy. Lalu Ali Taher Parasong menjadi Ketua Mahkamah Partai. Selain itu, untuk jajaran pengurus harian, Zulkifli menunjuk enam orang Wakil Ketua Umum yaitu Asman Abnur, Yandri Susanto, Hanafi Rais, Viva Yoga Mauladi, Hafiz Tohir, dan Nasrullah Larada. Posisi Sekjen PAN tetap dijabat Eddy Soeparno dengan Bendahara Umum Totok Daryanto.

Zulkifli mengatakan kepengurusan baru ini telah terdaftar di Kemenkumham pada 2 Maret lalu. “Seharusnya PAN melaksanakan agenda penting. Yaitu melaksanakan pelantikan pengurus yang sudah satu bulan lebih kongres dan sudah didaftarkan di Kumham pada 2 Maret. Jadi sudah sah pengurusnya. Selanjutnya, pelantikan kepengurusan sekaligus rakernas yang pertama di era kepengurusan baru,” ujar Zulkifli di Jakarta, Rabu (25/3).

BACA JUGA: HASIL KLARIFIKASI, TERNYATA BENAR ADA TIMBUNAN GULA

Menurutnya, melihat kondisi saat ini dan mengikuti imbauan pemerintah, PAN memutuskan untuk mengumumkan pengurus melalui media. “Jadi acara pelantikan semua kami tunda sampai waktu yang belum ditentukan,” imbuhnya.

Terpisah, pengamat Politik Ujang Komarudin meyakini jika masuknya nama Hanafi dan Mumtaz bukan berarti perseturuan mereda. Akademisi Universitas Al Azhar Indonesia ini memprediksi justru lahirnya PAN Reformasi bisa terealisasi.

Menurutnya, yang menjadi persoalan sejak awal bukanlah nama Hanafi dan Mumtaz. Justru nama pendiri partai berlogo matahari putih ini yang diharapkan masuk ke dalam pengurus. “Saya rasa memang bukan soal Hanafi dan Mumtaz. Tetapi Amien sendiri. Saya memprediksi akan lahir PAN Reformasi,” kata Ujang kepada FIN di Jakarta, Rabu (25/3).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini melanjutkan, dua jabatan yang diberikan kepada anak Amien Rais juga bukan jabatan strategis. Ketua DPP dan Waketum hanya jabatan formalitas dalam kepengurusan partai. “Berbeda misalnya jika jabatan Sekjen. Tentu jabatan ini sangat strategis. Kalau hanya Ketua DPP dan Waketum saya rasa bukan jabatan yang spesial,” tandasnya. (khf/fin/rh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here