Dua Komisioner Ombudsman Isolasi Mandiri

    JAKARTA – Ombudsman RI membenarkan dua komisionernya positif terjangkit virus corona baru (COVID-19). Kedua komisioner itu yakni Wakil Ketua Ombudsman Lely Pelitasari Soebekty dan Anggota Ombudsman Ninik Rahayu. Namun keduanya tak diisolasi di rumah sakit rujukan khusus COVID-19.

    Ketua Ombudsman RI Amzulian Rifai mengatakan, hingga Selasa (24/3), kedua komisioner yang positif terjangkit corona berada dalam kondisi bugar. Ia menyatakan, mereka kini tengah menjalani isolasi mandiri.

    “Pimpinan yang dinyatakan positif berangkat menuju Wisma Atlet Kemayoran untuk mendapat perawatan sesuai standar yang berlaku. Namun setelah berkomunikasi dengan pihak Wisma Atlet diputuskan untuk melakukan karantina mandiri,” ujar Amzulian dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (25/3).

    Amzulian menjelaskan, keduanya terkonfirmasi positif terjangkit usai melakukan tes COVID-19 di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada 19 Maret 2020 lalu. Ia menuturkan, tujuh dari total sembilan Pimpinan Ombudsman menjalani tes tersebut atas inisiatif mereka.

    “Anggota Ombudsman RI lainnya sedang berhalangan pada saat itu, yaitu Laode Ida dan Alvin Lie,” tutur Amzulian.

    Lalu, sambungnya, hasil tes diumumkan pada 24 Maret 2020. Pihak RSPAD, kata dia, mengabarkan bahwa terdapat dua Pimpinan Ombudsman yang dinyatakan positif terjangkit virus corona berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. Mereka yakni Lely Pelitasari Soebekty dan Ninik Rahayu.

    Amzulian menyampaikan, pihaknya telah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sejak 18 Maret 2020 lalu. Kebijakan ini, kata dia, dikhususkan untuk sebagian besar asisten dan staf Sekretariat Jenderal Ombudsman.

    Anggota Ombudsman Alamsyah Saragih membenarkan kedua koleganya Lely dan Ninik menjalani isolasi mandiri. Keputusan ini diambil usai berkonsultasi dengan dokter di RS Darurat Wisma Atlet.

    Ia menuturkan, pihaknya memutuskan untuk mengkarantina Lely dan Nunik secara mandiri lantaran melihat kondisi RS darurat itu penuh dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Sehingga, menurutnya, berpotensi memperburuk kondisi kedua koleganya yang saat ini berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).

    “Tapi kemarin Wisma Atlet kita lihat penuh dan banyak orang di sana, nanti bahaya banyak orang PDP. Walau dibilang bisa di sana, kita bilang oke, kalau gitu kembali dulu, tarik dulu, kita taruh di suatu tempat. Informasi betul mereka positif dan isolasi, kita taruh di suatu tempat, bukan di rumah dan di Wisma Atlet,” ungkap Alamsyah.

    Alamsyah mengungkap, meski telah terkonfimasi positif terjangkit corona, keduanya tak menunjukkan gejala. Ia pun memastikan, Ombudsman tengah melacak orang-orang yang telah menjalin kontak dengan Lely dan Ninik selama dua pekan atau 14 hari terakhir. (riz/gw/fin)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here