Awasi Pendatang Zona Merah

Jokowi Minta Wisatawan Harus Cheking 3 Kali di Setiap Bandara - FAJAR INDONESIA NETWORK
Sejumlah Wisatawan berada di bandara Soekarno Hatta, Tangerang, (13/3). Di kedatangan dari luar negeri cekingnya juga sangat ketat, mengisi kartu kewaspadaan kesehatan, kemudian kalau berasal dari negara-negara yang sudah kita waspadai, masuk ke pintu yang berbeda, untuk yang 4 negara di cek 3 kali, kalau di luar itu dicek 2 kali oleh termal scanner dan termal gun. Saya kita sebuah pengecekan yang ketat. FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

PRABUMULIH – Penyebaran novel corona virus (Covid-19), di Indonesia kian mengkhawatirkan. Betapa tidak, sejak diumumkan kasus pertama awal Maret lalu, penderita positif corona di Indonesia terus bertambah.

Lonjakan tak hanya pada jumlah penderita saja, melainkan jumlah pasien yang meninggal pun mencapai puluhan orang. Kini, sebaran virus mematikan itupun sampai ke Sumatera Selatan (Sumsel) yang sebelumnya zero corona.

Nah, agar penyebaran covid-19 tidak sampai ke Bumi Seinggok Sepemunyian Ketua DPD PKS H Adhy Candra ST meminta agar pemerintah kota (Pemkot) mengawasi pendatang yang berasal dari daerah yang terjangkit corona.

“Pemkot harus mulai ketat dan mengawasi pendatang, terutama dari daerah yang red zona,” kata Adhy yang juga berharap agar tempat keramaian dan tempat hiburan untuk dihentikan sementara sehingga tak mengundang keramaian.

Selain mengawasi pendatang, suami dr Hj Fajria ini berharap pemerintah memperhatikan alat pelindung diri (APD) tenaga kesehatan. Dengan demikian, tenaga kesehatan terutama para dokter yang merupakan garda terdepan penanganan virus corona terlindungi. Harus seoptimal mungkin menyiapkan APD,” lanjut Adhy.

Selain diperlukan kesigapan dari pemerintah, peran masyarakat dalam mencegah penyebaran corona menjadi tugas dari masyarakat. Dimana kata Adhy, masyarakat haruslah mematuhi aturan pemerintah terkait pencegahan corona. “Masyarakat harus mengikuti arahan yang sudah ditetapkan. Lebih baik berdiam diri di rumah dan tidak melakukan kerumunan. Tetap menjaga jarak serta menjaga daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi vitamin,” terangnya.

Tak kalah penting lanjut Adhy, masyarakat harus tetap memperkuat iman kepada Allah SWT. “Jangan stres ataupun panik, perkuatlah hubungan dengan Allah,” pesannya yang juga berharap pemkot menggandeng ormas Islam ataupun ormas lainnya dalam mensosialisasikan bahaya corona. (08/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here