Pahlawan Kemanusiaan, Hormat Prabowo Subianto untuk Dokter-Perawat

    Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyerahkan bantuan Peralatan Kesehatan dari Republik Rakyat Tiongkok yang akan dipergunakan untuk menghadapi penanganan virus Corona (COVID-19) di Indonesia. Bantuan itu berupa alat-alat kesehatan, seperti Rapid Test dan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga kesehatan. foto: Dok. Kemhan RI

    JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengaku kagum dan bangga kepada dokter, perawat, dan pekerja rumah sakit. Saat ini, para tenaga medis itu tiada henti menangani pasien yang terjangkit virus Corona (COVID-19).

    “Kami kagum dan bangga dengan kalian. Kami memberi hormat kepada dokter, perawat dan para pekerja di rumah sakit,” tegas Prabowo, saat menerima alat kesehatan COVID-19 dari Shanghai, Cina, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (23/3).

    Mantan Danjen Kopassus itu menyebut dokter, perawat, dan para pekerja di rumah sakit sebagai pahlawan. Sebab, mereja menjadi garda terdepan dalam membantu menangani pasien yang terkena COVID-19. “Kalian adalah pahlawan ini. Pemerintah berjanji akan berbuat yang terbaik untuk mendukung kalian membantu rakyat Indonesia,” jelas Prabowo.

    BACA JUGA: 6 Dokter Meninggal, Pemerintah Berduka

    Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu mengucapkan terima kasih atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia. “Yakinlah Presiden Jokowi dan kami di pemerintah sedang dan akan lebih bekerja keras lagi untuk menghadapi ancaman ini. Kalau kita bersatu, kita yakin ini dapat diatasi. Kita tidak perlu panik. Tidak perlu risau bahaya ada dimana-mana. Tetapi kita berani dan mampu mengatasi ini,” paparnya.

    Dia mengingatkan seluruh komponen bangsa bahu-membahu dalam mengatasi penyebaran COVID-19 di Indonesia. “Kita sangat serius ini adalah ancaman bagi kita semua. Bukan saja seluruh bangsa Indonesia, tetapi seluruh dunia. Karena itu, kita harus kompak, harus bekerja sama dan saling membantu,” tukasnya.

    Saat ini, lanjutnya, bukan waktunya mengkritisi atau mencari kelemahan satu sama lain. “Bukan saatnya saling mencari kelemahan masing-masing. Ini saatnya bersatu,” imbuh mantan Pangkostrad ini.

    Keseriusan pemerintah, kata Prabowo, ditunjukkan dengan mendatangkan delapan ton alat kesehatan dan Alat Pelindung Diri (APD). Bantuan tersebut merupakan upaya Kementerian Pertahanan dengan pemerintah Tiongkok. Pesawat Hercules yang mengangkut APD tiba di Lanud Halim Perdana Kusuma sekitar pukul 10.45 WIB. Total ada 12 ton bantuan APD. Namun baru 8 ton APD yang sudah tiba di Indonesia.

    APD tersebut antara lain 7,2 ton Protective Clothing, 128 kg N95 Mask, 110 kg Disposable Gloves, 700 kg Disposable Mask, dan 775 kg Goggles. Prabowo mengatakan telah berkomunikasi dengan Menteri Pertahanan Tiongkok terkait kebutuhan bantuan Indonesia dalam menghadapi COVID-19. Ia mengaku sudah mengirimkan daftar kebutuhan tersebut kepada Menhan Tiongkok. “Secara umum apa yang dibutuhkan RS, alat kesehatan, ventilator, rapid test, APD,” terangnya. Alat kesehatan ini segera didistribusikan ke rumah sakit yang menjadi rujukan untuk menangani COVID-19.

    BACA JUGA: Dapatkah Corona Menyebar Lewat Makanan?

    Dia juga mengingatkan untuk mengikuti imbauan pemerintah. Terutama terkait bekerja dan belajar di rumah. Bekerja dan belajar di rumah bukanlah liburan. “Diimbau untuk kerja dari rumah, ya di rumah. Bukan liburan ke pantai. Ini yang harus disampaikan. Bukan libur sekolah. Tetapi, belajar dari rumah. Pemerintah tidak mau bersikap otoriter dalam penanganan virus Corona. Kami pemerintah memilih mengeluarkan imbauan ke masyarakat. Banyak negara lain sangat keras. Di Indonesia ingin ada kesadaran, self protection,” ucapnya. Dikatakan, pemerintah akan terus mengikuti perkembangan dan situasi ke depan. Kondisi setiap negara berbeda-beda. Menurutnya, tidak bisa Indonesia mengikuti negara negara lain.

    Sementara itu, Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Moeldoko menegaskan enam tenaga medis yang meninggal dunia saat menangani COVID-19 adalah pahlawan kemanusiaan. “Rasa duka yang dalam terhadap para pejuang garda depan yang gugur karena COVID-19,” ujar Moeldoko di Jakarta, Senin (23/3).

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here