Isolasi Diri, Karyawan BUMN Terapkan WFH

JAKARTA – Meski sistem lockdown belum diterapkan, namun sejumlah instansi telah menerapkan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah. Hal ini dilakukan untuk menekan laju penularan virus adal Wuhan ini.

Salah satu perusahaan BUMN yakni Bank Mandiri menerapkan konsep WFH menyusul himbauan pemerintah untuk mengurangi kegiatan di luar rumah, untuk mengurangi potensi penyebaran virus Covid-19.

”Dalam kondisi seperti ini, prioritas kami tentu adalah kesehatan serta keselamatan nasabah dan karyawan. Di sebagian besar unit kerja, Bank Mandiri juga mengimplementasikan split team dan Work From Home,” kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan di Jakarta, Selasa (17/3).

BACA JUGA: Kontrak Pemain Elit Digantung, Semua Mulai Was-was

Adapun cabang-cabang Bank Mandiri, lanjut Rully, tetap beroperasi normal dengan jam operasional 08.00-15.00 WIB untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Terkait dengan upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Bank Mandiri menyarankan nasabah dapat menggunakan aplikasi Mandiri Online terbaru yang dapat melayani berbagai kebutuhan transaksi keuangan nasabah.

Bahkan, seiring dengan transformasi digital Bank Mandiri, saat ini masyarakat luas juga dapat melakukan pembukaan rekening tabungan di manapun, tanpa harus datang ke kantor bank maupun bertemu dengan staff perbankan di Bank Mandiri. ”Semua keperluan untuk pembukaan tabungan dapat dilakukan dengan video call,” kata Rully.

Selain itu, nasabah juga dapat menggunakan layanan ATM 24 Jam, baik untuk tarik tunai maupun setor tunai. Saat ini, Mandiri memiliki 18.291 unit ATM yang terhubung dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima dan Visa/Plus, EDC serta jaringan e-banking lainnya.

Seperti Bank Mandiri, Perum Bulog juga lakukan penugasan pekerja melalui rumah masing-masing atau WFH sebagai upaya mitigasi risiko penyebaran Covid-19. Hal ini dilakukan untuk dapat mengurangi potensi paparan virus.

BACA JUGA: Diapresiasi, Hakim Tolak Praperadilan Nurhadi

Direktur SDM dan Umum Perum Bulog, Bagya Mulyanto, dalam keterangannya mengatakan bahwa Perum Bulog telah melakukan berbagai upaya seperti pengecekan suhu tubuh bagi pegawai dan tamu, pembersihan dan penyemprotan disinfektan di area kerja, penyediaan masker dan hand sanitizer serta monitoring dan deteksi dini bagi karyawan yang telah melakukan perjalanan dinas ke negara lain yang memiliki risiko tinggi.

Setelah dikeluarkannya surat edaran kepada seluruh pekerja agar mengurangi aktivitas di luar kantor, menunda keberangkatan ke Luar Negeri serta meningkatkan prilaku hidup sehat, Perum Bulog juga mengatur mekanisme dan pengelolaan penugasan pekerja, sehingga seluruh proses bisnis perusahaan tetap berjalan baik dan pelayanan kepada masyarakat tetap aman.

BACA JUGA: Ketua Umum PSSI Minta Perubahan Jadwal Liga Segera Disusun

”Penetapan Work From Home di Bulog akan dilakukan untuk wilayah kerja Kantor Pusat dan Kanwil DKI dan Banten Perum BULOG, untuk saat ini baru wilayah kerja yang ada di DKI Jakarta saja yang dilakukan WFH,” ujar Bagya.

Sesuai standar perusahaan, telah dilakukan pemetaan jenis pekerjaan tertentu yang tetap harus terus berjalan dan tidak boleh berhenti serta pekerjaan yang dapat dilakukan dari rumah.

”Perum Bulog sangat concern untuk mengelola risiko terkait dengan potensi penyebaran Covid-19. Tentunya Perum Bulog tetap berkomitmen untuk memastikan dan mengamankan ketersediaan pangan nasional, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Bagya. Untuk memastikan kelancaran operasional dan ketersediaan pangan nasional, Perum Bulog terus memantau dan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait. (dim/fin/ful)

Berita sebelumyaEfek Covid-19, Ketersediaan Gas Terus Dipantau
Berita berikutnyaDua Perusahaan Plat Merah Turun Tangan