Ridwan Kamil Jalani Tes Potensi Keterpaparan Corona, Hasilnya…

    Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (kanan) saat mengunjungi salah satu rumah sakit di Jawa Barat (Instagram/ridwankamil)

    JAKARTA – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil diketahui pernah melakukan kontak langsung dengan Menhub Budi Karya Sumadi saat menjemput para ABK Diomend Princess di Bandara Kertajati pada awal Maret lalu.

    Untuk memberikan rasa aman kepada jajaran pemerintahan dan publik yang bertanya, Ridwan Kamil melakukan tes potensi keterpaparan virus corona atau COVID-19.

    Bersama sang istri Atalia Praratya, pria yang akrab disapa kang Emil itu melakukan tes potensi keterpaparan COVID-19 di Laboratorium Kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    “Sehubungan berita bahwa Bapak Menteri Perhubungan sakit dan dirawat karena virus covid-19, dan kebetulan saya dan pak menteri pernah berada dalam satu acara tanggal 1 Maret di Bandara Kertajati, maka untuk menenangkan jajaran pemerintahan dan publik, sesuai prosedur saya berinisiatif untuk mengecek potensi keterpaparan virus covid-19 oleh Labkes Pemprov Jabar. Hal yang sama juga dilakukan kepada Ibu @ataliapr,” ujar Ridwan Kamil dalam unggahan di akun instagram miliknya, Senin (16/3/2020).

    Dari hasil pemeriksaan, Ridwan kamil dan istri dinyatakan negatif terpapar COVID-19. Kondisi fisik keduanya pun dinyatakan dalam keadaan sehat.

    “Alhamdulillah, Hasilnya kami berdua negatif dari virus tersebut dan fisik dinyatakan dalam kondisi sehat wal’afiyat. Sehingga kami jika rindu, bolehlah berpelukan lagi,” sambung Kang Emil.

    Foto: Dok. Instagram/ridwankamil)

    “Dengan ini kami bisa melanjutkan kegiatan kedinasan dan pengawasan pembangunan di Jawa Barat di hari-hari ke depan secara aktif,” lanjutnya.

    Ridwan Kamil mengaku bisa kembali menjalani aktfitas kedinasan dan pengawasan pembangunan di Jawa Barat secara aktif. Tak lupa, ia juga memberi dukungan dan mendoakan Menhub agar lekas sembuh.

    “Kami mendoakan agar Bpk Menteri Perhubungan lekas sembuh dan pulih kembali, agar bisa kembali bekerja, karena tenaga dan kehadirannya sangat dibutuhkan oleh negara,” tambah pria berusia 48 tahun itu. (dbs)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here