Pemda Wajib Antisipasi Corona

Beranda Nasional Pemda Wajib Antisipasi Corona

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menginstruksikan kepala daerah melakukan antisipasi dan pencegahan virus Corona (COVID-19). Salah satunya, Tito meminta pemerintah daerah menyusun strategi khusus.

Diketahui, dalam radiogram tersebut meminta pemerintah daerah untuk mengurangi transmisi. Pemda harus menyusun strategi khusus. Tujuannya agar pencegahan virus tidak menimbulkan dampak destruktif pada aspek lainnya. Seperti sosial dan ekonomi.

Kepala Daerah juga harus menggalakkan kampanye kesehatan. Utamanya sosialisasi pencegahan virus Corona. Sehingga masyarakat mendapat informasi yang cukup terkait penanganan COVID-19 secara transparan, responsif, dan konsisten. “Termasuk tentang pola hidup sehat, olahraga, makan makanan bergizi, cuci tangan, dan lain-lain,” kata Tito di Jakarta, Kamis (5/3).

Dalam pelaksanaan antisipasi dan pencegahan virus Corona agar mengimbau masyarakat tetap tenang. Jangan memberikan reaksi yang berlebihan serta membatasi publikasi yang tidak perlu dan dapat menimbulkan kepanikan masyarakat. Untuk mencegah kesimpangsiuran pemberitaan, informasi terkait dengan COVID-19 dilakukan satu pintu melalui Pusat Informasi Virus Corona pada Kementerian Kesehatan RI.

“Koordinasi dengan instansi terkait. Ada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menjaga iklim kondusif dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat di daerah dengan harga yang stabil,” imbuhnya.

Dalam radiogram Mendagri itu, instruksi terkait virus Corona dikeluarkan setelah adanya rapat kabinet yang dipimpin langsung Presiden Joko Widodo. “Ini menindaklanjuti hasil rapat kabinet yang dipimpin oleh Presiden,” lanjutnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI M. Salim Fakhry mengimbau masyarakat tidak panik dan jangan melakukan aksi borong sembilan bahan pokok (sembako). Ia mengatakan Presiden Jokowi sudah menjelaskan agar setiap kepala daerah aktif menyosialisasikan persoalan corona. Ia menegaskan penjelasan itu perlu dilakukan agar tidak terjadi kepanikan dan kebingungan di masyarakat. “Sejauh ini Presiden Jokowi sudah menjelaskan setiap kepala daerah harus aktif mensosialisasikan. Jangan gara-gara ini, , sembako langka, masker langka,” kata Salim.

Ia menilai, respons masyarakat melakukan panic buying merupakan hal lumrah. Pasalnya, masyarakat terserang dampak psikologis besar atas masuknya virus Corona ke Indonesia. Dia berharap, para pempinan daerah dapat menjelaskan dengan baik bahwa virus Corona harus diantisipasi. “Cuma jangan membingungkan. Jangan membuat masyarakat panik,” ungkap Salim.

Dampak lain, lanjutnya, muncul oknum yang sengaja memanfaatkan momentum atas kenaikan permintaan untuk mengerek harga lebih tinggi dengan menyimpan stok barang. Hal tersebut dikhawatirkan dapat merusak harga barang di pasar dan menimbulkan goncangan terhadap pembelian barang. (khf/fin/rh)

Baca Juga

Rekomendasi Lainnya

Jokowi Tagih Komitmen Dunia Soal Penghijauan, Aktivis ProDem: Aduh, Coba Introspeksi Dulu deh

JAKARTA- Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) Nicho Silalahi melontarkan kritikan terhadap pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait komitmen negara-negara maju dalam hal pembangunan hijau.Nicho menyarankan...

Ramai Soal Rasisme, Prof Henuk Pernah Sandingkan Foto Pigai dengan Monyet dan Bilang Orang Papua Bodoh

JAKARTA- Nama Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Yusuf Leonard Henuk juga disebut-sebut netizen di media sosial, setelah Kepolisian menangkap Ketua Relawan Jokowi-...

Anggaran UMKM Tahun 2021 Paling Besar

JAKARTA - Program pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dilanjutkan di 2021. Bantuan kepada masyarakat akan menelan biaya sekitar Rp553,09 triliun."Alokasi pemulihan ekonomi di 2021 ini...

Diskon Tarif Listrik Diperpanjang Hingga Juni 2021

JAKARTA - Pemberian diskon tarif listrik kembali diperpanjang yang semula Januari-Maret 2021, menjadi hingga Juni 2021. Pemberian stimulus listrik kali ini berbeda dari periode...

Baca Juga

Berita Terbaru

Foto-Foto

News