Bahan Baku Farmasi Impor Cina Dihentikan Sementara

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin

    JAKARTA – Ketersediaan obat di Indonesia mulai terbatas. Ini karena bahan baku impor dari Cina, mengalami penghentian sementara karena penyebaran virus Corona alias Covid-19. Produksi dalam negeri pun jadi andalan.

    “Kita bisa mengembangkan produk dalam negeri sendiri untuk menyediakan bahan baku obat-obatan. Ini ada hikmahnya juga. Kita harus bersiap menyiapkan bahan baku obat-obatan dan vitamin-vitamin,” kata Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Kantor Wapres Jakarta, Rabu (4/3).

    Menurutnya, sebagian besar bahan baku obat-obatan dan vitamin yang diproduksi di Indonesia diimpor dari Cina. Akibat dari penyebaran virus corona, produksi bahan baku farmasi tersebut mengalami penghentian sementara. “Untuk menjaga produksi obat-obatan dan vitamin di dalam negeri, Pemerintah membuka impor bahan baku produk farmasi dari negara lain,” imbuhnya.

    BACA JUGA: Protes Masker Mahal, Dinar Candy: Pake Ku**ng Aja Biar Irit!!

    Hal senada juga disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto. Dia mendorong perusahaan farmasi di Indonesia memproduksi obat-obatan dan vitamin dari bahan baku yang ada di dalam negeri. Hal Ini dikenal dengan obat modern asli Indonesia (OMAI).

    Menurutnya, OMAI memiliki efek samping yang kecil. Sekaligus dapat menekan harga obat-obatan menjadi lebih terjangkau. “OMAI ini manfaatnya sangat besar dan baik. Efek sampingnya sangat kecil bahkan hampir dianggap tidak ada. Jadi, menurut saya, ini potensi pasar yang luar biasa,” jelas Terawan.

    Sekretaris Kabinet Pramono Anung memastikan anggaran pemerintah untuk proses pencegahan dan penanganan virus corona cukup. Presiden Jokowi, lanjutnya, menekankan anggaran untuk pencegahan dan penanganan virus corona di Indonesia harus tersedia.

    Saat ini anggaran untuk pencegahan dan penanganan virus corona di dalam negeri telah disiapkan oleh Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku masih berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait rencana penambahan anggaran untuk proses pencegahan dan penanganan virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020, Kemenkes memperoleh alokasi sebesar Rp57,4 triliun.

    BACA JUGA: Cegah Corona, Suporter Italia Dilarang ke Spanyol

    Terpisah, mantan Wapres Jusuf Kalla (JK), menegaskan pemerintah harus mempersiapkan skenario terburuk dalam menangani penyebaran virus Corona. “Mudah-mudahan tidak terjadi seperti di Korea dan Iran, Namun, kita tetap harus mempersiapkan yang terburuk,” ujar JK di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (4/3).

    Menurutnya, penanganan yang dilakukan pemerintah sudah sesuai dengan kemampuan. Dia meminta masyarakat tidak panik. “Presiden sudah umumkan dengan baik dan tinggal masyarakatnya juga. Jangan panik. Tapi harus waspada dan hati-hati,” jelasnya.

    Terkait kepanikan masyarakat yang menyebabkan daya beli barang kebutuhan meningkat drastis, JK memprediksi hal itu masih akan berlangsung selama sepekan. “Saya kira dalam satu minggu. Kebutuhannya kan sebenarnya tetap. Cuma membelinya saja lebih dulu. Jadi paniknya ini seminggu,” tukasnya.(rh/fin)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here