100% SMK Kota Tasik Ikuti UNBK

FOTO: Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK.

TASIK – Seratus persen SMK di Kota Tasikmalaya siap melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada 16 hingga 19 Maret 2020. Hal itu diungkapkan Sekretaris MKKS SMK Kota Tasikmalaya Japar Solihin SPd MPd saat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK di SMK Perwari Tasikmalaya, Rabu (26/2).

“SMK Se-Kota Tasikmalaya sudah menggunakan UNBK semua, tidak ujian nasional berbasis kertas (UNKP),” katanya.

UNBK ini akan diikuti oleh siswa dari 51 SMK yang terdiri dari 4 SMK negeri dan 47 SMK swasta dengan variasi kompetensi sejumlah 20 item.

Ia mengungkapkan, UNBK SMK di KCD Wilayah Jawa Barat XII sudah tidak ada masalah. “Kami pun sudah siap dari infrastruktur yang dibutuhkan ketika pelaksanaan ujian,” katanya.

Ketua MKKS SMK Kota Tasikmalaya Dr H Wawan SPd MM mengatakan dalam rapat musyawarah MKKS pihaknya melakukan koordinasi dan mengecek kesiapan sarana-prasarana (sarpras) mulai dari komputer, internet, sampai genset. Dengan begitu akan meningkatkan mutu, fleksibilitas dan keandalan ujian nasional.

“Rapat ini mengarahkan sekolah untuk mencapai nilai standar kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan,” kaya kepada Radar, Rabu (26/2).

Sebab, sambungnya, ujian nasional ini sebagai salah satu alat evaluasi belajar siswa yang digunakan untuk mengukur tingkat ketercapaian kompetensi siswa. Tingkat ketercapaian tersebut ditinjau dari beberapa mata pelajaran yaitu matematika, bahasa Inggris, bahasa Indonesia dan Kejuruan.

Jadi hal Ini sebagai evaluasi ujian nasional karena nanti ujian sudah menggunakan manajemen berbasis sekolah. “Ke depan ketika sekolah diberikan kebebasan (melaksanakan ujian, Red), maka di tataran MKKS bertanggung jawab tentang kualitas sebaik mungkin,” katanya.

Mengenai UKK, lanjutnya, menguji aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Ketika berhasil bisa langsung mendapatkan sertifikasi.

Dalam pelaksanaan tersebut ada beberapa kegiatan yang dilakukan ujian mandiri, LSP, badan sertifikasi PUPR atau lembaga jasa dan kontruksi (LJK).

Namun, teknik pelaksanaannya diserahkan kepada sekolah masing-masing dalam mengikuti uji kompetensinya, jadi tergantung klaster dari keahlian yang dimiliki sekolah.

“Pertemuan hari ini khususnya SMK di Kota Tasikmalaya akan melakukan uji kompetensi keahlian agar bisa memilih dari berbagai kegiatan apakah mau mandiri, LSP, kerja PUPR dan lainnya,” katanya.

Hal ini sebagai peningkatan kompetensi lulusan di Kota Tasikmalaya serta menyikapi kebutuhan kerja yang membutuhkan SDM tersertifikasi.

“Menciptakan lulusan terbaik untuk SMK dengan mendorong adanya verifikasi yang berstandar nasional sehingga dapat memberi manfaat untuk peserta didik ke depannya,” ujarnya. (riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here