Alami Gizi Buruk, Anak 9 Tahun Ini Hanya Berberat Badan 14 Kilogram

SLAWI – Anak penderita gizi buruk di Kabupaten Tegal, Siti Nuraliah viral di media sosial. Kasus ini mendapat respon dari RSUD dr Soeselo Slawi. Pihak rumah sakit
bergerak cepat melakukan penanganan terhadap anak yang mengalami sakit keras pada Selasa (18/2).

Kondisi awal Siti Nuraliah saat dirawat di RSUD Soeselo, diketahui hanya memiliki berat badan sekitar 14 kilogram. Padahal, anak usia sembilan tahun seharusnya memiliki berat badan sekitar 30 kilogram.

Turunnya berat badan Siti Nuraliah dikarenakan tidak mau makan. Setelah dilakukan perawatan selama tujuh hari, kondisi anak penderita gizi buruk itu terus membaik.

Kasubag Umum dan Humas RSUD dr Soeselo Slawi Darmawan, Selasa (25/2) mengatakan, pasien atas nama Siti Nuraliah (9) warga Dukuh Wage RT 4 RW 2 Desa Sokasari Kecamatan Bumijawa mengalami gizi buruk. Saat ini, pasien sudah dipulangkan ke rumahnya dengan kondisi membaik.
Kabar adanya anak yang mengalami sakit keras diperolehnya dari medsos Twitter di kanal resmi Bupati Tegal. Berdasarkan informasi itu, pihaknya berkoordinasi dengan desa dan puskesmas setempat. Setelah melakukan koordinasi, anak dari pasangan Burhan (40) dan Nur Azizah (38) langsung dibawa ke RSUD Soeselo untuk dilakukan perawatan.

“Sebelumnya dirawat di Puskesmas Bumijawa dan sudah pulang ke rumah. Karena kondisinya belum membaik, maka dirawat di RSUD Soeselo,” katanya.

“Kondisi semakin membaik dan sudah mau makan. Perawatan dilanjutkan dengan rawat jalan untuk meningkatkan berat badan,” tambahnya.

Siti Nuraliah, lanjut Darmawan, sebenarnya memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS). Namun karena tidak diupdate sehingga kartu itu tidak bisa digunakan. Sementara keluarga anak tersebut tidak mampu membiayai perawatan di rumah sakit, sehingga biaya rumah sakit dibebankan ke Pemkab Tegal.

Sementara itu, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Bumijawa Nurul Huda mengaku mendapatkan laporan adanya warga yang mengalami gizi buruk setelah lima hari dirawat di RSUD Soeselo. Hal itu membuat penanganan untuk pengurusan kartu KIS terlambat. Padahal, anak itu masuk dalam data base penerima KIS. Dirinya akan berupaya untuk mengaktifkan kembali kartu KIS milik Siti Nuraliah secepatnya. (guh/ima)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here