Sensus Online Perlu Kesabaran

CIPEDES – Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini sudah mulai membuka proses sensus dengan sistem online. Selain hat-hati dalam mengisi data, warga pun perlu sabar ketika website sulit dibuka.

Rabu sore (19/2), Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman melakukan pengisian data sensus secara online. Proses pengisian dilakukan di kediamannya dengan didampingi petugas dari BPS dan memakan waktu sekitar 30 menit.

Kepala BPS Kota Tasikmalaya Jam Jam Zamachsyari mengatakan bahwa sensus online ini ditujukan memberikan kemudahan kepada masyarakat. Terlebih sekarang kehidupan penduduk seolah tidak bisa lepas dari gadget. “Untuk masyarakat yang sudah terbiasa dengan gadget atau gawai ini akan memudahkan,” ujarnya.

Jaringan internet, kata dia, tidak selamanya bagus khususnya di wilayah pelosok, atau server sibuk yang membuat website sulit diakses. Hal itulah yang menjadi salah satu kendala untuk pelaksanaan sensus online ini. “Bisa saja agak sedikit loading, dan itu memang diminta kesabaran,” ujarnya.

Di samping itu, BPS tetap akan melakukan sensus secara manual pada bulan Juni mendatang. Dengan begitu data akan tetap utuh meskipun sebagian masyarakat yang belum siap dengan mengisi secara online. “Untuk Kota Tasik kita targetkan 25% sampai 35% bisa secara online, khususnya ASN (Aparatur Sipil Negara),” kata dia.

Wali Kota H Budi menilai sensus online akan memberikan kemudahan kepada masyarakat. Karena warga bisa mengisi sensus di mana saja dengan catatan sudah mengetahui data berkas yang dibutuhkan. “Seperti kartu keluarga, KTP dan surat nikah,” ujarnya.

Namun demikian, dia mengimbau supaya pengisian data pada sensus online ini harus dilakukan secara hati-hati. Hal itu untuk meminimalisir adanya kekeliruan dalam mengisi data. “Karena ini kan bukan seperti ujian yang harus cepat-cepatan, harus hati-hati jangan sampai salah data,” ungkapnya.

Data sensus sangat penting bagi pemerintah sebagai dasar mengambil kebijakan. Maka dari itu masyarakat wajib untuk mengisi sensus untuk pendataan BPS. “Apapun kebijakan, semuanya mengacu kepada data,” ujarnya. (rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here