Mortir Zaman Perang Ditemukan di Kebun Bambu

Mortir Zaman Perang - FAJAR INDONESIA NETWORK
Tim Gegana Polda Metro Jaya melakukan proses pengamanan mortir peninggalan Perang Kemerdekaan di tengah kebun bambu, Desa Cibogo, Kecamatan Cisauk, Tangerang, Banten, Jumat (21/2). (TOGAR HARAHAP)

CISAUK – Sebuah mortir yang diduga aktif dan memiliki daya ledak tinggi ditemukan di tengah kebun bambu di Kampung Kedokan, RT 08 RW 02, Desa Cibogo Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Mortir yang disinyalir merupakan peninggalan Jepang itu ditemukan sang pemilik lahan bernama Sumedi (53) saat mencangkul lahannya, Jumat (21/2) sekira pukul 15.00 WIB.

Kepada Fajar Indonesia Network, penemuan berawal saat Meding begitu ia akrab disapa berniat menanam pisang di kebunnya. Tak lama kemudian, ia mendengar teriakan putra bungsunya yang menemukan seonggok benda hitam di lubang tempat menanam pisang.

Mortir Zaman Perang - FAJAR INDONESIA NETWORK
FOTO: TOGAR HARAHAP / FAJAR INDONESIA NETWORK.

“Pak-pak ada besi gede, tapi berat,” ujar Meding menirukan penuturan putranya.

Penasaran dengan penemuan putranya, Meding pun lalu mendekati benda tersebut. Awalnya benda yang sudah berkarat itu dikira sebuah besi biasa. Tetapi, setelah dilihat lebih seksama ternyata berbentuk seperti mortir jenis tropedo. Ia mengaku sempat mengangkat benda yang menurutnya seberat 3 Kg.

“Saya lihat di buntutnya kok ada baling-baling. Lama-lama saya ingat, ini mah bom. Kayak di film-film perqng Saya langsung istighfar mas, untung nggak kenapa-kenapa,” terang pria tersebut.

BACA JUGA: Berharap Jadwal Liga 1 2020 Tak Ada yang Ditunda

Dari keteranganya, Meding merinci, mortir yang ditemukan memiliki hulu yang tumpul seperti tutup air mineral. Namun, rasa penasarannya terhenti, karena takut sewaktu-waktu bisa meledak. Tak lama kemudian, ia berinisiatif menghubungi Ketua RT dan RW setempat mengenai penemuan tersebut.

Sekitar setengah jam kemudian, sejumlah anggota Polres Tangerang Selatan dan Polsek Cisauk memberi dua garis polisi dengan jarak lima meter dan 20 meter sebagai titik aman. Para penduduk sekitar pun banyak yang berkerumun. Pasalnya, lokasi penemuan hanya berjarak 50 meter dari pemukiman warga.

“Penemuan itu kami melanjutkan laporan ke Polres dan diterjunkan Jihandak Polda Metro Jaya,” terang Kapolsek Cisauk AKP Rolando Hutajulu di lokasi.

Sekira pukul 17.00, Tim Jihandak melakukan proses pengamanan. Ada tiga personel berpakaian lengkap melakukan pengamanan. Sebelumnya benda yang meledak jika dilontarkan itu terlebih dahulu dibungkus dengan alat perekat (lakban hitam) dan kemudian dimasukkan ke dalam matras dan di bawa ke tempat aman.

Mortir Zaman Perang - FAJAR INDONESIA NETWORK
FOTO: TOGAR HARAHAP / FAJAR INDONESIA NETWORK.

Ada dugaan bom tersebut merupakan peninggalan perang kemerdekaan. Pada Juli 2019 silam, seorang pemerhati bangunan pertahanan militer Belanda John Verbeek telah meneliti bahwa KNIL- Angkatan Perang Kerajaan Belanda pernah membangun bunker logistik perang tak jauh dari Kelenteng Cisauk, yang tak jauh dari penemuan mortir itu

Dilansir dari National Geographic, Tempat perlindungan atau bunker ini mempunyai jalan pintu keluar yang kini tembus di tempat parkir sebuah Klenteng Kwan Im Hud Cow. Kemungkinan itu juga diungkapkan Ketua RW 08 Cibogo Jarok Akri. Dari penuturannya, kawasan Cisauk Banten menjadi perlintasan dan lokasi pengepungan Tentara Republik ke pos-pos strategis Belanda.

“Kalau cerita dahulu, disini memang menjadi basis para pejuang dahulu. Itu berdasarkan cerita orang dahulu,” katanya.

Menurutnya, saat Perang Kemerdekaan periode 1945-1949, daerah Cibogo dan sekitarnya sempat dikosongkan. Warga setempat mengungsi ke daerah Selatan seperti Rumpin, Selatan Kabupaten Bogor. (fin/tgr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here