Longsor Tutup Akses Jalur Alternatif Garung- Kejajar

WONOSOBO – Longsor di Desa Serang Kejajar menutup jalan alternatif kecamatan garung menuju kejajar kemarin. Tidak ada korban dalam persitiwa itu, namun aktivitas warga setempat menjadi terganggu . Longsor dipicu oleh hujan deras dengan durasi hampir delapan jam.

“ longsor terjadi pada malam hari sekitara pukul 18.30 WIB, menutup seluruh badan jalan sepanjang 15 meter, padahal itu akses utama warga kami menuju ke garung atau ke kecamatan kejajar,” ungkap Kepala Desa Serang Kejajar Wisnu Budi Utomo kemarin.

Menurutnya, jalan tersebut merupakan jalur alternatif dari telaga menjer menuju dieng, sehingga jika tidak dilakukan pembersihan material, akses wisatawan yang akan menuju dieng maupun ke telaga menjer akan terganggu.

BACA JUGA: 19 Februari, Total Kematian Virus Corona Jadi 2000 Orang

“ jadi itu jalur utama wisatawan yang dari telaga menjer menuju dieng, sehingga jika tertutup longsor, perjalanan akan terganggu,” ujarnya.

Pihaknya mengaku langsung berkoordinasi dengan pihak terkait, untuk segera melakukan upaya pembersihan melalui kegiataan gotong royong. Sehingga jalan bisa kembali dibuka, dan akses wisatwan tidak terganggu

“ warga dibantu TNI, Polri, relawan dan BPBD membersihkan material longsor, hanya dua jam jalan sudah bisa dilalui kembali,” ucapnya.

Sementara itu, Kasdim 0707 Wonosobo Mayor Caj Henry Handoko, mengatakan bahwa, untuk membantu melancarkan arus lalulintas dijalan alternatif kejajar –garung yang tertimbun longsor, dirinya mengerahkan personil untuk membantu warga gotong royong

“ kita gelar karya bhakti untuk membantu warga setempat,selain itu secara tidak langsung juga menumbuhkan rasa kegotong royongan, rasa kekeluargaan dan saling membantu sesama,” katanya

Menurutnya, tanah longsor tersebut disebabkan karena curah hujan yang cukup tinggi dan tanah tersebut berada di lereng sehingga tanah tergerus oleh air sehingga mengakibatkan terjadinya tanah longsor dan di tambah posisi tanah yang terjal, karena akar-akar pohon tidak mampu menahan tanah, sehingga mengakibatkan longsor .

“ kalau tidak segera ditangani, ini akan menggangu perekonomian warga, apalagi longsor, menimpa badan jalan alternatif dari Kecamatan Garung menuju Kejajar Wonosobo sehingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan,” ucapnya.

Terpisah, Kapolres Wonosobo AKBP Fannky A. Sugiharto mengimbau kepada masyrakat wonosobo untuk selalu waspada terkait dengan curah hujan yang cukup tinggi. Selain ancaman longsor, ancaman lainnya adalah banjir dan tanah bergerak.

“ kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Wonosobo agar lebih sigap dan tanggap terhadap situasi disekitar kita jika terjadi bencana alam tanah longsor dan bencana lainnya. Hindari sementara waktu ditempat-tempat rawan diseputaran tebing, pinggir sungai atau tempat lain sekiranya berbahaya,” katanya.

Pihaknya juga meminta kepada masyrakat untuk segera menginformasikan kepada kepolisian setempat untuk jika ada potensi bahaya atau terjadi longsor sehingga bantuan bisa datang lebih cepat. (gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here