Keajaiban Groningen Boy

Luis Suarez kembali berlatih bersama rekan setimnya di Ciutat Esportiva Joan Gamper setelah cedera tendon, sebulan yang lalu, (Twitter Barcelona)

MILAN – Luis Suarez dan Arjen Robben membuat nama Groningen FC semakin mendunia. Kedua striker itu tak malu menyebut bahwa mereka adalah binaan klub yang saat ini terseok-seok di Liga Belanda. Sama halnya dengan Hans Hateboer. Pemain yang dibeli murah oleh Atalanta kembali mengikuti jejak pendahulunya.

Ya, dua gol Groningen Boy ke gawang Valencia menegaskan kembali cerita mengagumkan Atalanta di panggung Eropa. Valencia bertekuk lutut 4-1 dalam leg pertama fase knock out di San Siro, Milan, dini hari kemarin. Pemain yang dibeli Atalanta dua musim lalu itu mencetak gol pembuka La Dea pada menit ke-16, assist dari Alejandro Gomez. Bek 27 tahun itu mencetak gol penutup kemenangan Atalanta pada menit ke-63.

Tak ada yang menyangka, bek seharga EUR 1 juta membuat Groningen gigit jari. Dengan nada merendah, Hateboer menyebut, ia merupakan satu-satunya bek yang belum mencetak gol untuk Atalanta. “Aku satu-satunya yang tersisa yang belum mencetak gol!,” katanya kepada Sky Sports Italia.

Malam kemarin, ia tidak hanya mewujudkan janjinya a, bukan satu gol seperti rekan sesama bek Atalanta Jose Luis Palomino pada pekan lalu, namun dua gol sekaligus. Raihan itu membuat namanya masuk sebagai pemain Belanda ketiga setelah Van Basten dan Seedorf yang mencetak dua gol dalam satu pertandingan. Namun, yang menjadi luar biasa adalah posisinya. Hateboer adalah bek kanan, sementara dua seniornya adalah striker murni.

“Ketika (Jose Luis) Palomino mencetak gol pekan lalu, saya tahu saya adalah satu-satunya yang belum menemukan jala, jadi saya senang saya tiba di sana sekarang!” Hateboer memberi tahu Sky Sport Italia.

Catatan itu menambah gol Atalanta dari semua dari lini. Dilansir dari UEFA, La Dea telah mencetak 10 gol Liga Champions dengan sembilan pemain berbeda musim ini, lebih banyak dari tim mana pun.

“Itu pertandingan yang sangat sulit, kami melihat seberapa kuat dan cepat Valencia dalam serangan, yang menyebabkan masalah bagi kami di belakang,” ujarnya.

Leg kedua di Valencia pada 10 Maret mendatang membuat Hateboer lebih banyak bermain di sektor pertahanan. “Kami tahu ini akan sulit di atmosfer Mestalla, tapi kami pergi ke sana dengan keunggulan 4-1,” tandasnya.

Kekalahan telak tersebut membuat Pelatih Valencia Albert Celades menyebut timnya jauh dari standar. ”Itu tidak mencerminkan seperti apa kami bermain,” kata pelatih dalam konferensi persnya.

“Saya pikir perbedaannya bahwa Atalanta bisa mencetak gol di setiap kesempatan yang mereka miliki, yang bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Kami tidak mencetak gol padahal kami memiliki peluang,” paparnya.

Valencia memang menghasilkan tembakan lebih banyak ketimbang La Dea kemarin. Yakni, 13 berbanding 10. Tapi, tuan rumah masih mampu menorehkan lima tembakan on target dan empat diantaranya masuk. Selain Hateboer, dua gol dilesakkan Josip Ilicic dan Remo Freuler yang kesemuanya diringkas empat gol dalam 46 menit.

“Tentu saja, kami melakukan kesalahan. Ketika Anda bermain di level ini melawan tim seperti Atalanta, Anda tidak bisa membiarkan mereka semua ruang itu. Kami memang menciptakan peluang kami, dan itu penting untuk leg kedua,” tandasnya. (fin/tgr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here