Jangan Mudah Bilang Corona

Dines Kesehatan Sosialisasi Virus Corona Penghuni Apartmen- FAJAR INDONESIA NETWORK
FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

PANGKALPINANG – Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan, Perlindungan Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Pangkalpinang, Suriyanto mengaku saat ini masyarakat dibuat cemas munculnya virus corona, tak terkecuali di Pangkalpinang.

Terlebih, katanya, ada informasi dua warga yang dirawat di dua rumah sakit yang sempat dikabarkan terinfeksi virus yang mematikan tersebut. Hal itu, menurutnya, membuat masyarakat merasa kian was-was.

“Jadi kami himbau kepada masyarakat, rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya untuk bijak dalam menanggapi masalah corona, jangan terlalu cepat memvonis pasien terindikasi virus corona sebelum ada hasil yang pasti,” ungkap Suryanto kepada Babel Pos, Kamis (20/2/2020).

BACA JUGA: 19 Februari, Total Kematian Virus Corona Jadi 2000 Orang

Menurut Suryanto, ciri-ciri gejala virus corona memang hampir sama dengan flu seperti panas, demam, pilek dan tenggorokan kering. Akan tetapi ketika ada pasien yang sedang mengalami gejala tersebut, katanya, bukan berarti terinfeksi virus corona.

“Karena kalau kita langsung memvonis corona, bahaya itu karena belum tentu benar. Karena kita ada pemantauan selama 14 hari masa inkubasi. Dalam masa itu kita akan melakukan pembinaan, perawatan, kalau memang terindikaai corona, baru kita masukkan ke ruang isolasi, tapi sampai sekarang alhdulillah, di Pangkalpinang belum ada kasus virus corona, kalau isu sih banyak. Jadi jangan terlalu cepat memvonis,” tegasnya.

Suryanto menilai wajar jika saat ini masyarakat merasa khawatir akan munculnya virus tersebut di Pangkalpinang. Apalagi, katanya, saat ini sedang booming.

“Tapi kami harapkan kekhawatiran itu jangan sampai berlebihan, karena ketika ada warga flu langsung dianggap corona kasihan warga itu dan keluarganya,” tutur Suryanto.

BACA JUGA: Gegara Virus Corona, Daegu seperti Kota Zombie

Dikatakannya, kendati belum ada kasus corona di Pangkalpinang, namun Pemerintah Kota Pangkalpinang tidak akan tinggal diam. Pemerintah, katanya, akan terus meningkatkan pengawasan terhadap wisatawan khususnya dari China yang berkunjung ke Pangkalpinang.

“Pengawasan itu dilakukan mulai dari tiba di bandara, ada pendeteksi suhu badan, kalau suhu badan melebihi normal, maka akan diberikan tindakan untuk ditangani lebih lanjut, yang kemudian dirujuk ke rumah sakit. Dan kami harap pihak rumah sakit untuk pro aktif melaporkan jika ada gejala corona yang mencurigakan, tapi sekali lagi tolongan jangan langsung memvonis bahwa itu terinfeksi virus corona,” tandasnya. (pas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here