Beranda Ekonomi Harga Cabai Rp80 Ribu, Disperindag Jamin Stok Aman

Harga Cabai Rp80 Ribu, Disperindag Jamin Stok Aman

- Advertisement -
- Advertisement -

TIGARAKSA – Harga sembilan kebutuhan bahan pokok (sembako) khususnya cabai melonjak hanya dalam dua minggu. Kenaikan harga cabai juga diikuti bawang putih. Para pedagang di Pasar Tigaraksa dan Curug mengeluhkan kurangnya pasokan cabai. Salah seorang pedagang asal Desa Sodong, Bujoh (28) mengaku kenaikan harga cabai rawit sudah terjadi sejak dua minggu lalu.

Ia mengatakan tidak bisa bernegosiasi saat membeli cabai dengan tengkulak. “Bilangnya akibat musim hujan, saya hanya ditawari harga Rp75 ribu per kilo, atau tidak dapat barang sama sekali,” keluhnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (20/2). Bujoh mengungkapkan, kenaikan harga cabai rawit dari Rp60 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram memang tidak terlalu berdampak pada omzet. Hanya saja, langganannya mengeluhkan harga cabai yang meroket. “Rata-rata pembeli saya partai besar seperti punya usaha makan atau catering. Mereka tetap beli normal. Saya khawatir kalau terus menerus naik, bisa-bisa omzet berkurang,” jelasnya.

Data yang dikumpulkan Tangerang Ekspres di Pasar Tigaraksa, harga cabai rawit mengalami kenaikan menjadi Rp80ribu dari Rp60ribu perkilogram. Kenaikan diikuti bawang putih yang mencapai harga Rp60 ribu dari Rp40 ribu perkilogram. Sedangkan, harga cabai merah biasa relatif tidak mengalami kenaikan masih di Rp60 ribu perkilogram sama halnya cabai ijo masih Rp25 ribu perkilogram.

Kenaikan harga dikeluhkan pedagang lain, Bambang (30) asal Desa Munjul. Kenaikan harga cabai rawit merah yang mencapai Rp80 ribu perkilogram berdampak pada turunnya omzet. Ia mengaku dalam sehari hanya menghabiskan 150 kilogram dari sebelumnya bisa mencapai 300 kilogram cabai. “Jelas ini hampir setengah pendapatan saya tergerus. Saya berdagang hanya modal kecil, jadi ambil semi agen yang dijual ke pengecer,” ungkapnya.

Harga bawang putih di Pasar Curug ikut naik menembus Rp60ribu perkilogram dari sebelumnya hanya Rp40 ribu perkilogram. Alasan pedagang masih sama, akibat cuaca dan tidak diberi ruang negosiasi harga saat membeli dari tengkulak. “Sudah seminggu naik, sebelumnya harga bawang putih malah pernah mencapai Rp70 ribuan per kilogram. Ini juga mempengaruhi pendapatan saya hampir setengah penjualan jadi sepi,” jelas Andri (38) pedagang bumbu masak di Pasar Curug.

Menanggapi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Teddy Suwardi mengatakan, adanya kenaikan bahan bumbu dapur akibat pengaruh cuaca. Namun, ia memastikan stok akan cabai, bawang putih dan jenis bumbu lain masih stabil. “Walaupun harga cabai dan bawang putih cukup tinggi, namun, kita monitoring stok barang masih cukup aman. Kita akan terus monitoring dan melaporkan kepada dinas perdagangan di provinsi. Karena memang provinsi yang memiliki kewenangan akan operasi pasar atau tidak,” ujarnya.

Adapun, harga telur negeri di Pasar Tigaraksa dan Curug berkisar Rp23 ribu sampai 25 ribu per kilogram dan harga ayam telur omega super Rp35 ribu per kilogram. Untuk harga ayam ras segar Rp33 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram. Sedikit murah dari harga ayam boiler rata-rata Rp37.500 per kilogram. Sedangkan, harga beras relatif stabil, untuk kualitas rendah Rp10.900 per kilogram, kualitas medium Rp11.500 per kilogram dan kualitas super Rp13.000 per kilogram. (sep)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

[300x250]