Antisipasi Stok Bawang Putih, Sumsel Butuh Tambahan 50 Ton

PALEMBANG – Harga bawang putih di sejumlah pasar tradisional di Palembang sejak sepekan terakhir mengalami kenaikan. Bumbu masakan dapur tersebut naik hampir dua kali lipat. Dari sebelumnya sekitar Rp 25-30 ribu naik menjadi Rp45-50 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang bawang putih di Pasar Macan Lindungan, Marzuki (34) mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sejak seminggu yang lalu. Bahkan, harganya sempat tembus Rp55 ribu per kilogramnya. “Terpaksa jual segitu (harga) karena dari agennya sudah mahal,” kata Marzuki saat dibincangi, kemarin (20/2).

Marzuki menerangkan meski harga mengalami kenaikan, namun permintaan pembeli tidak mengalami pengurangan. Sebab, bawang putih merupakan salah satu bumbu dapur yang dibutuhkan untuk masakan. “Cuman memang pelanggan saya banyak yang mengeluh atas kenaikan harga ini. Tapi tetap saja dibeli,” ujarnya.

Pria yang sudah berdagang bumbu dapur sejak 2 tahun terakhir ini menuturkan kenaikan harga tersebut membuat dirinya membatasi pembelian. “Takutnya kita beli banyak, besok-besok harganya sudah turun. Jadi beli secukupnya saja sesuai kebutuhan. Untuk ngisi langganan saja,” terangnya.

Senada diungkapkan Rosidah, salah seorang pedagang sayur di Pasar Simpang Padang Selasa. Ia menjelaskan kenaikan harga bawang tersebut diprediksi karena pasokannya yang mulai berkurang. “Sudah mahal, barangnya juga cuman dapat sedikit. Tidak boleh beli banyak. Makanya harganya tinggi,” bebernya.

Rosidah berharap pemerintah bisa menggalakkan operasi pasar murah (OPM) untuk mengendalikan harga. Sebab, dengan kenaikan harga dan pembatasan pembelian tersebut, dirinya selaku pedagang juga ikut merasakan dampaknya. “Kami pedagang juga tidak bisa berjualan banyak. Karena barangnya juga sedikit. Otomatis pendapatan kami juga ikut berkurang,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Iwan Gunawan mengatakan melonjaknya harga bawang putih di sejumlah pasar tradisional disebabkan stoknya yang semakin berkurang. Menurut Iwan, berdasarkan pantauan harga yang dilakukannya, saat ini harga bawang melonjak di kisaran harga Rp36-45 ribu per kilogram. “Kami masih menunggu kebijakan impor dari pusat untuk memenuhi kebutuhan bawang putih kita,” kata Iwan.

Dijelaskannya, Dinas Perdagangan Sumsel sedang mendorong distributor bawang putih untuk melakukan upaya menekan harga yang saat ini kian melambung. Dari catatannya, Sumsel sendiri membutuhkan tambahan bawang impor sekitar 50 ton. “Jumlah 50 ton itu dibutuhkan untuk mengisi stok Sumsel agar kembali stabil,” pungkasnya. (Kos)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here