Krisis Darah Menyerang Cina

Pencegahan Virus Corona Lewat Pendonor Darah - FAJAR INDONESIA NETWORK.
Sejumlah Petugas Labotarium PMI Kota Tangerang sedang melakukan pengecekan kantong darah di ruang Labotarium PMI Kota Tangerang, (8/2). Dengan adanya virus Corona pihak PMI Kota Tangerang antisipasi tentang wabah virus Corona, sejauh ini pendonor darah sebelum mendonorkan darahnya petugas PMI berhak memeriksa kondisi kesehatan pendonor. FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

BEIJING – Sejumlah kota Cina telah mengumumkan adanya kekurangan persediaan darah untuk keperluan klinik segera terjadi. Bahkan sejumlah media negara setepat melaporkan, pemerintah sejumlah kota, terpaksa meminta sumbangan daerah ke kota lain untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit setempat akibat wabah virus Corona.

Harian China, menggambarkan kondisi itu terjadi di Kota Shiyan Provinsi Hubei, pusat wabah yang membunuh 2.004 dan menginfeksi 74.185 orang sejauh ini, mengeluarkan imbauan bagi warga usia 18-55 setempat yang sehat untuk mendonorkan darah. ”Tak ada pilihan untuk mencari donor dan sumbangan dari daerah lain,” terang Xie Lue salah satu perawat setempat.

Partai Komunis yang berkuasa di Cina juga telah meminta karyawan pemerintah, prajurit, karyawan rumah sakit dan mahasiswa hendaknya menjadi pendonor, agar kondisi krisis darah di masing-masing kota dapat ditangani secepatnya.

Sementara itu, pusat darah di provinsi Jiangxi mengirim pesan kepada jutaan pengguna telepon di Nanchang ibu kota provinsi, untuk bersedia mengunjungi calon donor. Begitu pula dengan Pusat Darah Chongging juga menjalankan layanan serupa bulan ini untuk mengatasi kekurangan darah, kata koran itu.

Kondisi kontradiktif pun terjadi saat jutaan orang tak bisa meninggalkan rumah mereka atau melakukan perjalanan antarkota setelah otoritas setempat memberlakukan pembatasan untuk mencegah penularan virus. ”Bagaimana kami bisa keluar rumah, ketika kondisi seperti ini. Kami bisa terdampak. Semua lokasi dijaga, semua pusat perbelanjaan ditutup dan harus steril,” tutur Wie Ching warga setempat.

Sementara data terbaru dari Pemerintah Cina menunjukan ada 1.749 kasus baru infeksi Corona. Komisi Kesehatan Nasional menyatakan jumlah ini turun dari angaka sehari sebelumnya yang menembus 1.886 kasus. Angka 1.749 itu mengakumulasi total kasus terkonfirmasi di Cina daratan hingga kini menjadi 74.185.

Sedangkan, korban tewas mencapai 2.004. Atau naik naik 136 dari hari sebelumnya. Untuk Provinsi Hubei, pusat berjangkitnya corona, melaporkan 132 kematian baru, sementara di ibu kota provinsi Wuhan, 116 orang meninggal. (reu/fin/ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here