Kinerja Wapres di Bawah 50 Persen, Pengamat: Sejauh Ini Tak Masalah

    Paslon 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin menghadiri rapat pleno terbuka penetapan presiden dan wakil presiden terpilih yang tidak dihadiri Paslon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga uno di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Minggu (30/6/2019). Dalam sambutannya, Presiden terpilih Joko Widodo meminta pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk bersama-sama membangun bangsa. Jokowi juga mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk melupakan perbedaan pilihan politik yang sempat membelah kita. 01, 02 harus dilupakan, menurutnya rakyat harus kembali bersatu menjadi Indonesia, Negeri Pancasila yang menyatukan kita semua. Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK

    JAKARTA – Kinerja Wakil Presiden Ma’ruf Amin, berdasarkan survei Indo Barometer di bawah 50 persen. Rendahnya kepuasan terhadap kinerja Ma’ruf dinilai bukan masalah. Karena posisi mantan Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) itu adalah orang nomor dua.

    Seperti diketahui, dalam surveinya Indo Barometer, pada Minggu (16/2), merilis tingkat kepuasa publik terhadap 100 hari pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Sebagian besar publik puas atas kinerja Jokowi. Dalam 100 hari pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin, sebesar 70,1 persen publik puas atas kerja Presiden Jokowi. Sedangkan 27,4 persen tidak puas. Untuk tingkat kepuasan kepada Ma’ruf Amin sebesar 49,6 persen. Yang tidak puas sebesar 37,5 persen.

    Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden pada 9-15 Januari 2020. Teknik pengumpulan data berupa wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Sementara margin of error 2,83 persen. Dari survei tersebut, ada selisih cukup besar antara kepuasan kinerja terhadap Jokowi dan Ma’ruf Amin.

    Pengamat politik Hendri Satrio menyatakan tidak masalah jika kepuasan kinerja Ma’ruf lebih rendah dari Jokowi. Yang terpenting, lanjutnya, Jokowi nyaman dan terbantu dengan kehadiran Ma’ruf sebagai wapres. “Saya pikir tidak masalah ya. Karena yang dilihat itu Presiden,” ujar Hendri di Jakarta, Senin (17/2).

    BACA JUGA: Kinerja 100 Hari Digerus Isu Ekonomi

    Hendri menilai wajar jika nilai kepuasan terhadap kinerja Ma’ruf di bawah 50 persen dan ada selisih 20 persen dari Jokowi. Sebaliknya, jika kepuasan kinerja wapres lebih besar, akan menimbulkan pertanyaan publik. .

    Menanggapi hal itu, jru bicara Wapres Ma’ruf Amin, Masduki Baidlowi, menegaskan rendahnya kepuasan publik disebabkan pemberitaan soal Ma’ruf kurang terekspos. Namun, dia memastikan Ma’ruf Amin sedang melakukan langkah-langkah strategis terkait program yang dilakukannya. Menurutnya, hasil survei Indo Barometer menjadi indikator cukup penting.

    Masduki mencontohkan program dan kerja Ma’ruf yang cenderung tidak diekspos oleh media. Seperti penyusunan langkah dan koordinasi dengan kementerian terkait. “Sekarang juga sedang disusun. Namun, itu tidak pernah menjadi berita penting. Wapres memang tidak memperhatikan itu sebagai sesuatu hal yang penting. Apakah mau diberitakan atau tidak,” kata Masduki di rumah dinas Wapres di Jakarta, Senin (17/2).

    Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan presiden dan wapres melakukan pekerjaan secara bersama. Menurutnya, yang dibangun adalah superteam. Dia menyatakan, semua pekerjaan berorientasi pada pemerintahan ini. “Hasilnya sebuah agregat dari pekerjaan unit-unit kerja yang ada di kementerian maupun lembaga. Presiden dan Wapres memberikan dukungan penuh kepada kementerian untuk bekerja dengan baik. Jadi itu fokusnya,” tegas Moeldoko di gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (17/2).(rh/fin)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here