Pemerintah Belum Beraksi, Warga Pakistan Protes

FOTO: AFP MINTA PEMULANGAN: Orang tua dan kerabat siswa Pakistan yang belajar di kota Wuhan Cina, menggelar protes di Kota Lahore yang meminta pemerintah setempat melakukan langkah evakuasi terhadap warganya di Wuhan, kemarin.

BEIJING – Sebanyak 10.844 pasien yang terinfeksi virus corona diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah dinyatakan sembuh. Bahkan laporan harian Komisi Kesehatan Nasional, 1.425 orang di antaranya sudah berjalan keluar dari rumah sakit setelah pulih dari penyakit tersebut, Senin (17/2).

Hingga Minggu tercatat 1.770 korban meninggal akibat virus corona dengan 70.548 kasus terkonfirmasi, yang telah dilaporkan di 31 kawasan tingkat provinsi dan Korps Produksi dan Konstruksi Xinjiang (XPCC) di Cina.

Sejalan dengan itu Provinsi Hubei terus memperketat pembatasan lalu lintas guna menghentikan penyebaran virus corona. Pihaknya juga memerintahkan desa dan distrik untuk menerapkan langkah paling ketat menghentikan pergerakan masyarakat setelah 100 warganya meningal akibat virus tersebut.

BACA JUGA: Diduga Menikah dengan Jeff Smith, Ini Kata Prilly

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keyakinannya terhadap upaya Cina untuk memerangi wabah virus corona saat ini. Langkah-langkah yang telah ditempuh oleh pemerintah Cina merupakan upaya yang luar biasa. ”Kami sangat yakin bahwa upaya mereka mampu memungkinkan penurunan penyakit tersebut secara progresif,” kata pemimpin PBB kepada Xinhua saat konferensi gabungan dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi, Senin (17/2).

Menyoroti besarnya tantangan yang ditimbulkan oleh wabah virus corona, Guterres menyebutkan bahwa pihaknya selalu kesulitan untuk menemukan solusi cepat, namun Cina membuat respons yang baik.

Gutteres saat ini sedang melakukan kunjungan resmi ke Pakistan, yang pertama sejak pelantikannya pada 1 Januari 2017. Selama kunjungan empat hari, Guterres juga akan menghadiri konferensi internasional soal pengungsi Afghanistan.

Sementara itu ratusan orang tua meminta pemerintah Pakistan untuk membawa pulang anak-anak mereka dari provinsi Hubei di Cina, yang terisolasi, dalam aksi protes di Karachi. Pemerintah Pakistan hingga kini mengesampingkan pemulangan lebih dari 1.000 mahasiswa Pakistan di provinsi tersebut, di mana pusat wabah virus corona Wuhan berada.

Menteri Kesehatan Zafar Mirza mencuit di Twitter pada Jumat bahwa ia beserta menteri lainnya akan mengadakan pertemuan dengan orang tua mahasiswa pada Rabu (19/2) di Islamabad dan pemerintah sedang berkoordinasi dengan otoritas Cina guna memastikan mahasiswa mereka di sana mendapat perhatian.

Namun banyak mahasiswa beserta keluarga mereka mengekspresikan frustrasi yang semakin menjadi saat jumlah kematian di Cina terus bertambah, menunjuk negara lainnya, termasuk negara tetangga India dan Bangladesh, yang mengevakuasi warganya.

BACA JUGA: Psikolog Dedy Susanto Diduga Sering Ajak Pasien Berhubungan Badan

“Demi Tuhan, kami memohon kepada perwakilan pemerintah agar membawa pulang anak-anak kami, tolong dengarkan jeritan seorang ibu,” kata salah seorang pemrotes, yang menolak namanya disebutkan, kepada media seraya meneteskan air mata.

Massa meneriakan “pulangkan anak kami” dan memegang spanduk bertuliskan pesan yang sama. Sebelumnya pekan ini puluhan keluarga di Lahore menggelar aksi serupa di depan konsulat Cina. Juru bicara Mirza dalam akun Twitternya menyebut ada enam mahasiswa Pakistan di Cina, yang dipastikan terkena virus corona dinyatakan sembuh dan salah seorang di antaranya masih menjalani perawatan. (fin/ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here