Pelaku Aborsi Paseban Bisa Dijebloskan ke Penjara

JAKARTA – Pelaku aborsi yang pernah menjadi pasien di klinik aborsi ilegal di Paseban, Jakarta Pusat, bakal tidak bias tidur dengan nyenyak. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan polisi bakal menjadikan mereka tersangka kasus aborsi.

Hal ini ditegaskan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus. Menurutnya, pelaku aborsi bisa dijerat dengan pasal Undang-Undang Kesehatan yang dilanggar oleh para pasien yang melakukan aborsi di klinik ilegal itu.

“Mereka juga bisa dihukum, kan dalam UU Kesehatan ada,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Selasa (18/2).

Namun demikian, Yusri mengaku tidak gampang mencari identitas siapa saja yang pernah melakukan aborsi di klinik tersebut.

“Kita susuri pasien 903 orang sedikit terkendala, karena hampir semua enggak ada data lengkap, hanya kartu saja dengan identitas nama dan umur,” ujarnya.

Solusinya, polisi akan menelusuri data keuangan klinik tersebut, salah satunya adalah daftar mutasi rekening untuk melacak siapa saja pasien klinik itu.

“Kami akan telusuri terus dari rekening-rekening yang masuk ke manajemen klinik mereka sehingga dengan cara itu kita bisa ketahui,” sambungnya. (wsa/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here