Atletico vs Liverpool: Jaga Rekor Sempurna

Pemain Liverpool memberikan selamat setelah Mohamed Salah sukses menjebol gawang Norwich City. Foto: Liverpoolfc

MADRID – Sejak menjadi nakhoda Atletico Madrid, reputasi Diego Simione memang tak pernah ada cela. Pelatih berpaspor Argentina itu punya rekam bagus di kancah Eropa sejak direkrut per 22 Desember 2012.

Di musim pertamanya, ia menggetarkan nyali sang rival Real Madrid dengan memboyong Piala Liga Europe ke Wanda Metropolitano, kandang Los Colchoneros. Keberhasilan itu menular hingga ke Liga Champions dengan menembus final (2014 dan 2016).

Setidaknya, dalam empat musim terakhir, Atletico selalu lolos dari babak Knock Out Liga Champions. Termasuk musim lalu, usai dihentikan Juventus dengan agregat 3-2 di Babak 16 Besar. Sayangnya, tradisi ini tidak dibarengi dengan performa di Liga Domestik.

Diego Costa dkk baru menang sekali dalam tujuh laga terakhirnya di semua kompetisi. Di La Liga mereka terpuruk di posisi empat atau beda dua poin dengan Getafe yang menohok di posisi tiga besar.

BACA JUGA: Omnibus Law Gerus Kewenangan Pemda

Datang sebagai runner up Grup D, Diego Simione kembali ingin mengulang cerita kebesaran Atletico empat-lima tahun yang lalu.Namun, sepertinya langkah ini menjadi berat kendati lolos ke fase gugur.

Menjamu sang petahana musim lalu, Liverpool di Wanda Metropolitano dini hari nanti WIB menjadi sangat krusial bagi mereka. Gagal meraih kemenangan, bisa menutup peluang Atletico menembus barisan The Reds, di Anfield pada leg kedua. Apalagi Liverpool sukses membawa poin penuh dengan 9 kemenangan dari 12 laga Eropa terakhirnya.

“Kami hanya bersiap meladeni kehebatan sang raksasa,” kata Simeone kepada Marca, Senin (17/2).

Kendati demikian, Simeone tak bisa menyembunyikan kelemahan timnya. Ya, Atletico tak akan diperkuat Diego Costa, Joao Felix, Kieran Trippier yang cedera. Formasi bisa saja dirotasi, namun Atletico bisa jumawa dengan rekor kandang yang tak terkalahkan di lima fase knock out UCL terakhir. (selengkapnya lihat infografis).

Sebutan jago kandang sudah menjadi brand bagi Atletico. Saat menjamu Juventus musim lalu, Llorente dan kolega tak kesulitan mencukur Si Nyonya Tua dua gol tanpa balas di leg pertama. Hingga akhirnya mereka harus gigit jari usai digilas 0-3 di Allianz Stadium. Di La Liga, laga terakhir mereka melawan Valencia ditutup dengan drama empat gol (2-2).

Optimisme disuarakan Marcos Llorente, striker Atletico Madrid. Menurutnya, Atleti belum saatnya mengibarkan bendera putih dalam persaingan di Liga Champions musim ini. “Tak ada kamus kami kalah di Wanda (Metropolitano). Bagi kami yang penting adalah bisa mengalahkan Liverpool. Kami sudah bermain dengan hati dan seluruh jiwa kami,” tandasnya. (fin/tgr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here