Tergiur Upah, Rela Jadi Kurir Narkoba

Ilustrasi: Pixabay

WATAMPONE – Peredaran narkoba semakin menjadi-jadi. Kini perempuan pun dijadikan kurir. Pada Juli 2019 ada dua perempuan yang ditangkap Satresnarkoba Polres Bone. Mereka adalah Arlina (36), Arni Kusmira (29).

Tertangkap saat operasi antik lipu.Baru-baru ini di Kecamatan Lappariaja tepatnya di Salo Sawae,Desa Patangkai. Seorang perempuan asal Kota Palopo, Istiana Uji Utami (27) juga ditangkap lantaran kedapatan membawa sabu-sabu.

“Banyak perempuan yang diperdaya jadi kurir. Ini karena faktor ekonomi,” kata Kasat Narkoba Polres Bone, AKP Zacky Sungkar, Jumat, 14 Februari. Kata dia untuk hukuman tidak ada yang dibedakan baik laki-laki atau pun perempuan. Tergantung dari jumlah barangnya. “Siapapun itu tentu kami akan tindak tegas sesuai dengan aturan. Tidak boleh pandang bulu,” tambahnya.

Sekadar diketahui Kecamatan Lappariaja sering menjadi tempat transaksi. Sebab, pada 11 Januari lalu dua terduga bandar yakni, SM (34) dan IS (22). Ditangkap di Dusun Leppangeng,

Kecamatan Lappariaja. Dari tangannya diamankan barang bukti jenis sabu sebanyak 739 gram yang sudah dikemas dalam 15 saset dan siap diedarkan.

Kapolsek Lapri, AKP Ahmad Jafar, menuturkan untuk pengamanan di wilayahnya akan ditingkatkan lagi. Apalagi baru-baru ini ada perempuan asal Palopo yang dicurigai membawa barang. Makanya pihaknya melakukan penyamaran.

“Kami menemukan barang bukti sebanyak satu saset narkoba jenis sabu yang dibungkus plastik,” ucapnya.

Dia menuturkan, pelaku dan barang bukti sudah diserahkan kepada Satresnarkoba Polres Bone. Kemudian pihaknya masih memburu pemilik barang tersebut. “Dari pengakuan pelaku bahwa barang ini diperoleh dari salah satu rekannya berinisial A dan saat ini masih pengejaran,” jelasnya. (gun/dir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here