Wolves vs Leicester City: Menang atau Gagal Menuju Champions

LONDON, ENGLAND - AUGUST 11: Jamie Vardy (R) of Leicester City is congratulated by teammate Harry Maguire (L) after scoring his team's third goal during the Premier League match between Arsenal and Leicester City at the Emirates Stadium on August 11, 2017 in London, England. (Photo by Michael Regan/Getty Images)

WOLVERHAMPTON – Sejak awal Januari lalu, Leicester City mulai mengalami inkonsistensi mengejar Manchester City sebagai pesaing Liverpool di puncak klasemen Liga Premier.

The Foxes, julukan Leicester, kalah dari Southampton 1-2 (11/1). Sepekan kemudian, tumbang 2-1 saat laga tandang kontra Burnley (19/1) dan laga terakhir anak asuh Brendan Rodgers harus berbagi angka dengan Chelsea
1-1.

Penyebabnya adalah pecahnya konsenterasi tim dalam dua gelaran piala domestik, Piala FA dan Piala Liga Carabou Cup. Satu sisi mereka harus tetap di posisi Big Four (Zona Liga Champions), namun di sisi lain, Jamie Vardy dkk harus mengejar trofi domestik.

Setelah ditumbangkan Aston Villa dengan skor 1-2 di ajang Piala Liga, Leicester City hanya fokus di Piala FA.Maka, konsistensi menjadi hal yang wajib bagi The Foxes.

Inkonsistensi di Liga Premier membuat margin poin peringkat tiga Liga Premier dengan pemuncak klasemen Liverpool menjauh jadi 24 poin (49–73). Sementara dengan runner up, Man City, margin keduanya tak terlalu jauh hanya dua poin (51-49).

Situasinya bisa lebih buruk bagi Leicester seiring lawan pada matchweek ke-26 di Stadion Molineux dini hari nanti adalah Wolverhampton (siaran langsung Mola App/Mola Matrix/Mola Polytron Streaming pukul 03.00 WIB).

BACA JUGA: Ziyech ke Chelsea? Ini Kata Pelatih Ajax

Laga nanti diprediksi akan berjalan ketat. Wolverhampton masih mengincar posisi ideal di zona Champions dan Liga Eropa.
Asalkan konsisten, kans Jamie Vardy dan kawan-kawan diprediksi bertahan di zona Liga Champions. Pasalnya, margin dengan Chelsea (posisi ke-4) dan Sheffield United (posisi ke-5) cukup jauh.

Liburan winter break membuat kedua tim kembali segar bugar. Kendati demikian, pelatih Leicester Brendan Rodgers harus meyakinkan anak asuh untuk tampil lebih greget dalam laga nanti. Apalagi Lini pertahanan The Foxes yang digalang Caglar Soyuncu dan Jonny Evans terbilang ampuh. Mereka tetap fokus sejak menit pertama hingga akhir dalam beberapa terakhir.

Gelandang Wolves, Morgan Gibbs-White menjadi pemain yang mengesankan. Ia juga yakin talenta muda Leicester City menjadi pionir timnya bisa merengsek ke tiga besar.

Kendati dirinya yakin Wolverhampton Wanderers memberikan perlawanan sengit di depan tribun pendukungnya sendiri.

“Kami harus angkat topi kepada apa yang telah dilakukan Brendan (Rodgers) dan apa yang telah dilakukan tim musim ini,” kata gelandang serigala Gibbs-White kepada situs resmi klub.

“Kami memiliki tim muda dan sangat berbakat. Jadi kami akan datang dengan percaya diri, ingin memenangkan pertandingan, tetapi mengingat itu akan menjadi pertandingan yang sulit,” tambahnya.

Di sisi lain, Wolverhampton Wanderers berada dalam situasi yang sedikit lebih baik. Meskipun gagal menuai tiga poin di dua pertandingan terbarunya, namun dua lawan yang dihadapi pasukan serigala bukan tim sembarangan, yakni Liverpool (kalah 1-2 di kandang) dan Manchester United (imbang 0-0 di tandang).

Bak kuda hitam, Wolves berpeluang besar melejit jika mamlu mengalahkan Leicester City. Ini mengingat jarak poin yang sangat ketat. Bahkan Manager Tottenham Hotspur Jose Mourinho menilai ada dua tim yang akan ikut memperebutkan empat besar klase- men Premier League atau zona Liga Champions.

Kedua tim itu merupakan kuda hitam, yakni Wolverhampton Wanderers dan Sheffield United. (fin/tgr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here