Sinyal PAN Kian Jelas

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan berbincang dengan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais saat menghadiri rapat kerja nasional (Rakernas) PAN di Jakarta, Sabtu (7/12/2019). PAN menggelar rakernas untuk mempersiapkan pemilihan ketua umum partai itu. Sejumlah tokoh mulai dari Amien Rais hingga Zulkifli Hasan hadiri acara itu. FOTO: FAISAL R SYAM / FAJAR INDOENSIA NETWORK.

JAKARTA – Pernyataan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) rugi jika menjadi oposisi dianggap sinyal bergabung ke koalisi pemerintah. Sejumlah politisi angkat bicara. Partai dengan logo matahari ini harus menentukan sikap politiknya secara gamblang.

Sinyalemen tersebut langsung disambut Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Wuryanto. PDIP sebagai partai pemenang pemilu menyikapi secara terbuka. Bambang menyambut baik bila PAN bergabung dalam koalisi pemerintah. Namun, semuanya harus diputuskan secara resmi.

“Kalau saya, makin banyak yang mendukung makin baik. Soal partai itu ya keputusan DPP partai dong,” ucap Bambang di Jakarta, Kamis (13/2). Dia juga tidak mau berspekulasi lebih jauh soal sinyal PAN masuk koalisi. Hingga saat ini, belum ada bahasan PAN masuk koalisi.

Sementara itu, Sekjen PPP Arsul Sani menganggap pernyataan tersebut terlalu awal untuk disimpulkan. Menurutnya perlu ada kejelasan lebih lanjut soal statemen tersebut. “Kalau soal koalisi pemerintahan itu tentu harus melalui pembicaraan antara presiden sebagai kepala pemerintah dengan partai koalisi bersangkutan,” ujar Arsul di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/2).

PPP yang tergabung dalam koalisi pemerintahan Jokowi menunggu kejelasan pernyataan Zulhas soal masuk koalisi. Arsul menyakini Zulhas akan memberikan sikap resmi PAN ke depan. “Kita lihat dululah, supaya jelas. Saya yakin Pak Zul akan memperjelas ucapannya itu. Saat ini, menurut kami di PPP belum bisa disimpulkan PAN ingin masuk dalam koalisi pemerintahan,” terangnya.

Sementara itu, politisi PAN Dradjad Wibowo mengaku akan patuh mengikuti keputusan ketua umum. Menurutnya, sudah jadi rahasia umum jika Zulhas akan bergabung ke pemerintahan. “Preferensi bang Zul sebagai Ketum adalah tidak beroposisi. Tetapi mendukung pemerintah. Sekarang bang Zul memegang mandat penuh dan sah untuk mendukung pemerintah, terlepas nanti bagaimana bentuknya,” ujar Dradjad.

Semua kader PAN, lanjutnya, harus mengikuti keputusan Zulhas sebagai Ketua umum terpilih. “Memang begitulah berdemokrasi yang benar, setelah keputusan dibuat dalam demokrasi, ya ita semua mengikuti keputusan tersebut,” sambungnya.

Seperti diketahui, Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, dimenangkan oleh Zulkifli Hasan. Dia menjadi ketua umum DPP PAN periode 2020-2025. Zulhas menang dengan selisih suara yang cukup besar. Sebelumnya, saat pidato penutupan Kongres PAN V Zulhas menyinggung mengenai oposisi. Dia menilai PAN akan dirugikan apabila ikut menjadi oposisi seperti PKS. “Kalau oposisi itu sudah diambil tagline-nya oleh PKS. Kalau kita ikut masuk ke situ, isu oposisi yang sudah diambil oleh teman, itu akan sangat merugikan kita,” tegas Zulhas. (khf/fin/rh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here