Lacak Virus Corona di Masyarakat

    Pencegahan Virus Corona Lewat Pendonor Darah - FAJAR INDONESIA NETWORK.
    Sejumlah Petugas Labotarium PMI Kota Tangerang sedang melakukan pengecekan kantong darah di ruang Labotarium PMI Kota Tangerang, (8/2). Dengan adanya virus Corona pihak PMI Kota Tangerang antisipasi tentang wabah virus Corona, sejauh ini pendonor darah sebelum mendonorkan darahnya petugas PMI berhak memeriksa kondisi kesehatan pendonor. FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.

    JAKARTA – Pemerintah diminta pro-aktif dalam mengantisipasi penyebaran virus corona atau COVID-19. Selain memberikan edukasi, pelacakan virus ke masyarakat juga penting dilakukan.

    Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih meminta Pemerintah melakukan pelacakan kasus di masyarakat.

    “Selain melakukan edukasi, kita harus mengaktifkan pelacakan kasus di masyarakat agar dapat mencegah atau mengantisipasi penyebaran virus corona di Tanah Air,” katanya di Jakarta, Kamis (13/2).

    Menurutnya, jika kedua upaya tersebut dilakukan secara rutin di seluruh Indonesia, maka potensi penyebaran virus corona dapat ditekan.

    “Strategi itu sudah dilakukan di semua negara termasuk Amerika Serikat,” terangnya.

    Pemerintah diyakini memiliki kemampuan untuk melakukan upaya tersebut. Hal itu diperkuat dengan keberadaan sekitar 10 ribuan Puskesmas dan 100 rumah sakit rujukan yang tersebar di seluruh pelosok Tanah Air.

    BACA JUGA: Definisi S*ks Hebat Menurut Wanita

    Dikatakannya, bila pemerintah melalui pihak terkait menguatkan dua upaya tersebut terutama pelacakan, maka seluruh kasus yang ditemukan bisa terpantau. Dan bila kemudian ditemukan adanya suspect bisa langsung dibawa ke rumah sakit yang telah ditentukan untuk dilakukan observasi.

    “Kemudian jika timbul gejala maka dilakukan isolasi. Pertanyaan apakah kita sudah mampu? Jawabanya sudah,” ujarnya.

    Sebagai contoh yang dilakukan pemerintah kala menangani kasus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan flu burung.

    Terlebih IDI telah menyebarkan pedoman penanganan kasus corona kepada seluruh dokter yang dikeluarkan langsung oleh organisasi tersebut bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).

    “Jadi pelacakan kasus sangatlah penting dilakukan dengan dibarengi edukasi kepada masyarakat. Sehingga penyebaran virus corona dapat diantisipasi sedini mungkin,” pungkasnya.

    Upaya edukasi di tengah masyarakat dalam mengantisipasi penularan virus corona dapat semakin mudah jika Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mempermudah prosedur pemeriksaan.

    “Masyarakat perlu aktif memeriksakan kondisi kesehatannya, terutama bila merasakan perubahan suhu tubuh yang drastis,” kata Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay.

    Politisi PAN itu meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke layanan kesehatan bila mengalami pilek dan demam yang dirasakan berbeda dari biasanya.

    Agar deteksi terhadap kemungkinan corona bisa dilakukan cepat dan masyarakat segera bisa dilayani, maka Saleh meminta BPJS Kesehatan mempermudah prosedur pelayanan kepada peserta.

    “Agar bila memang ada yang diduga terkena virus corona bisa cepat diketahui dan segera ditangani,” tuturnya.

    Selain itu, dikatakaannya juga pemerintah perlu mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 di Indonesia, misalnya dengan mencegah warga negara asing dari negara-negara yang sudah positif menjadi endemik virus tersebut masuk ke Indonesia.

    “Warga negara asing dari negara-negara endemik virus corona juga perlu didata dan dipantau. Jangan sampai di negaranya sudah terpapar virus tapi masih sehat, sakitnya di Indonesia,” katanya. (gw/fin)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here