Ketertinggalan Aceh Harus Dikejar

    Tampak dari kiri : Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, Supratman Andi Agtas, Anggota Fraksi PDIP DPR RI, Andreas Hugo Pariera dan Anggota Fraksi PKS DPR RI, Nasir Djamil tampil sebagai pembicara dalam diskusi Forum Legislasi dengan tema "MD3 Perlu Dipisah? Kursi Pimpinan, Jalan Tengah atau Jalan Buntu?” di Media Center Komplek Parlemen Senayan Jakarta.Selasa (25/6/2019). Kalau berkaca kepada Koalisi, Koalisi BPN maupun TKN kelihatannya nanti akan cair juga. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa dengan TKN semua yang bersatu sekarang tetap dalam satu Koalisi, semua pasti menginginkan hal yang sama, ini pasti akan dinamis karena hanya empat jatah fraksi yang ada di DPR. Foto : Iwan Tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK.

    JAKARTA – Ketua Forum Bersama (Forbes) Anggota DPR RI dan DPD RI Nasir Djamil menilai, meskipun Aceh memiliki kekhususan dari segi politik, namun pertumbuhan ekonomi dan kehidupan sosial-keagamaan di Aceh belum sepenuhnya membaik.

    Pihaknya akan membangun Aceh agar bisa lebih maju dari berbagai sektor termasuk ekonomi dan pendidikan. Rencananya, Forbes akan melaksanakan Kenduri Kebangsaan. Dalam pandangan Forbes, Kenduri Kebangsaan ini begitu penting. “Karena itu kami mengundang berbagai elemen masyarakat, termasuk insan media, agar dapat menyaksikan Kenduri Kebangsaan ini sebagai bagian dari momentum Pulang Kampung Membangun Aceh,” ujar Nasir di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/2).

    Kegiatan ini memiliki urgensi untuk meningkatkan kembali semangat masyarakat Aceh dan segenap elemen pemangku kebijakan. Termasuk ulama dan elite politik di Aceh agar dapat membangkitkan kembali posisi kesejarahan Aceh dalam konteks NKRI melalui keteladanan para pejuang Aceh.

    “Karena itu seluruh elemen dan elite politik di Aceh harus membangkitkan kembali posisi kesejarahan Aceh dalam konteks NKRI melalui keteladanan yang pernah ditujukan para salafus shalih Aceh. Di sini kami melihat urgensi program pulang kampung membangun Aceh melalui kenduri kebangsaan. Semoga semua niat, persiapan yang telah berjalan mendapat keridhaan dari Allah swt,” pungkas Nasir.

    Presiden Joko Widodo direncanakan akan menghadiri acara Kenduri Kebangsaan yang digelar oleh Yayasan Sukma dan Forum Bersama (Forbes) Anggota DPR RI dan DPD RI asal Aceh di Bireun, Aceh, Sabtu (22/2) mendatang.

    Steering Committee Kenduri Kebangsaan, Teuku Taufiqulhadi menyebut Kenduri Kebangsaan akan dihadiri oleh Presiden Jokowi dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju. Menurutnya, ada tiga tujuan utama kegiatan ini. Pertama, membangun kembali semangat ke-Acehan. keislaman dan ke-Indonesiaan. “Kedua, ingin mempersatukan seluruh elemen masyarakat Aceh,” kata Taufiqulhadi.

    Ketiga, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait ke-Acehan sebagai suatu warna dan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dikembangkan. Menurutnya, selama ini salah satu kegiatan masyarakat yang paling menonjol di Aceh adalah Kenduri. Kenduri di Aceh biasanya melibatkan seluruh strata sosial.

    “Ini adalah bagian konsolidasi kebangsaan dan sekaligus mengingatkan masyarakat Aceh terkait pentingnya persatuan. Ini tidak terlepas dari peran tokoh Aceh. Mudah-mudahan Kenduri Kebangsaan bisa merekat nilai-nilai persatuan,” paparnya.

    Direktur Eksekutif Yayasan Sukma, Ahmad Baedowi menambahkan, acara Kenduri Kebangsaan sengaja mengambil tempat di Bireun, Aceh mengingat Bireun pernah menjadi ibu kota pemerintahan RI pada saat kondisi darurat pascakemerdekaan. “WaIaupun hanya dua hari saja ,” katanya. Alasan lainnya, Bireun merupakan kota pendidikan tertua di Aceh. (khf/fin/rh)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here